
IBID Salurkan Bantuan Anak Stunting di Kecamatan Pasar Rebo
Jakarta, IBID - PT Balai Lelang Serasi (IBID), berkolaborasi dengan Posyandu Mekar Jaya I dan Puskesmas Pasar Rebo, menyalurkan bantuan anak stunting di Kecamatan Pasar Rebo pada Selasa (25/6/2024) dan Jumat (12/7). Program ini digagas sebagai respons terhadap tingginya angka stunting pada balita di DKI Jakarta.
Merujuk Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2023, rata-rata penurunan prevalensi stunting sejak tahun 2018–2022 hanya 2,3 persen per tahun.
Padahal, jumlah balita berisiko stunting di Indonesia mencapai 4,7 juta jiwa pada tahun 2022.
Menyadari urgensi ini, IBID menggandeng tenaga kesehatan setempat dan orang tua untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah dan mengatasi masalah gizi kronis ini.
IBID ajak orang tua melek stunting
Bantuan yang disalurkan oleh IBID berupa uang tunai yang diberikan kepada tim Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Dana tersebut dialokasikan untuk pembagian makan siang selama tiga bulan ke depan, yang berisi nasi, sayur, lauk, dan buah.
Selain bantuan materi, IBID juga memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pola makan seimbang, yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nasabi, serta sayur dan buah.
“Dengan dukungan dari Posyandu Mekar Jaya I dan Puskesmas Pasar Rebo, diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi angka stunting di Jakarta,” ungkap Daddy Doxa Manurung, President Director IBID, dalam keterangan tertulis, Senin (12/8).
Ia menambahkan, kesadaran orang tua untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak anak usia dini turut mencegah stunting.
Inisiatif IBID ini menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masa depan generasi muda Indonesia, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lingkar industri.
“Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antara sektor swasta dan layanan kesehatan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Doxa.




