
Awas Terjebak Modus Penipuan QR Code Mengatasnamakan IBID!
Sebelum melakukan transaksi lelang di IBID - Balai Lelang Serasi, ibiders wajib mengenali metode pembayaran yang digunakan. Pasalnya, modus penipuan menggunakan QR code kini tengah marak terjadi.
Seperti yang diketahui, QR code banyak dipilih pebisnis dan konsumen sebagai metode pembayaran elektronik (cashless). Sayangnya, banyak oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan metode ini sebagai modus penipuan.
Bahkan, mereka tak segan mencatut nama perusahaan, salah satunya balai lelang IBID. Agar kamu tidak menjadi korban, pahami tips mengenali modus penipuan menggunakan QR code ini.
Baca juga: Waspada! Ada Modus Penipuan Grup Telegram Mengatasnamakan IBID
Modus penipuan menggunakan QR code
Sebagai permulaan, penipu (scammer) yang mengaku sebagai admin balai lelang IBID menawarkan unit lelang di platform komunitas maupun media sosial, seperti Facebook, Telegram, dan Instagram. Selanjutnya, admin akan memberikan QR code sebagai metode pembayaran ketika dihubungi oleh calon korban.
QR code akan bertindak sebagai tautan berbahaya ketika dipindai, misalnya mengarah ke situs penipuan yang meminta korban mengisi data-data pribadi, otomatis mengunduh malware, atau menyadap HP koran dengan membuat panggilan dan mengirim pesan ke nomor-nomor kontak di HP.
Bila hal ini terjadi, para penipu akan memperoleh akses untuk mencuri data-data pribadi dari ponsel korbannya. Bahkan, mereka juga bisa menguras rekening korban.
Baca juga: Waspadai! Ini 8 Modus Penipuan Lelang Mengatasnamakan IBID
Tips terhindar dari modus penipuan QR code
Agar kamu lebih waspada dan terhindar dari modus penipuan QR code mengatasnamakan balai lelang IBID, pahami tips dari balai lelang IBID berikut.
1. Kenali akun media sosial resmi IBID
IBID hanya memiliki akun media sosial resmi di platform berikut.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang
Apabila kamu menemukan akun mengatasnamakan balai lelang IBID di luar platform tersebut, bisa dipastikan bukan berasal dari IBID, melainkan penipu.
2. Ketahui metode pembayaran di IBID
Transaksi pembelian Nomor Peserta Lelang (NPL), pelunasan unit lelang yang dimenangkan, dan proses titip jual otomotif maupun non-otomotif di IBID hanya bisa dilakukan melalui virtual account dengan 7 pilihan bank, yaitu BCA, Mandiri, Bank Permata, BRI, BNI, BSI, dan Bank Sampoerna.
Virtual account ini pun atas nama IBID, bukan karyawan IBID atau pihak pribadi lainnya. Jadi, bila kamu menemukan akun mengastanaman balai lelang IBID menggunakan metode pembayaran QR code, bisa dipastikan akun tersebut palsu, ya!
3. Pahami metode lelang dan titip jual di IBID
Proses lelang dan titip jual bisa diakses melalui website atau aplikasi IBID yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store. Kamu pun harus registrasi akun pribadi maupun akun perusahaan dan melakukan verifikasi akun sebelum bertransaksi.
Balai lelang IBID tidak pernah melelangkan unit di luar platform tersebut. Tak hanya itu, metode jual-beli yang dilakukan hanya via lelang, bukan sistem tebus, Cash On Delivery (COD), atau down payment (DP).
4. Berhati-hati dalam penggunaan QR code
Selain mengenali metode pembayaran yang digunakan di IBID, kamu juga bisa mengecek QR code yang digunakan penipu. Bila alamat situs tampak mencurigakan, misalnya berakhiran .net alih-alih .com, segera keluar dari situs tersebut.
5. Perbaharui sistem keamanan di ponsel
Terakhir, lakukan pembaharuan sistem keamanan ponsel secara berkala. Hal ini membantu mendeteksi keberadaan malware atau aplikasi berbahaya yang tidak sengaja terunduh dari QR palsu.
6. Hubungi call center IBID
Bila menemukan akun media sosial yang mengaku sebagai IBID selain yang disebutkan di atas, segera laporkan ke Call Center IBID +62 812-8773-5544 atau melalui Live Chat IBID agar segera ditindaklanjuti.
Perbanyak informasi tentang modus penipuan mengatasnamakan IBID dengan mengunjungi website IBID ibid.astra.co.id atau akun media sosial resmi IBID. Jangan lupa juga untuk menyebarkan informasi tips keamanan ini agar tidak ada korban selanjutnya.




