
16 Jenis Truk Berdasarkan Ukuran, Trailer, & Konfigurasi Roda
Tahukah ibiders? Jenis truk dibedakan berdasarkan ukuran, trailer, dan konfigurasi roda.
Mobil truk atau lori didesain mengangkut barang, muatan, atau pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus. Karenanya, kamu mungkin kerap menjumpai truk di lokasi proyek.
Baca juga: 6 Tips Beli Genset Bekas, Pastikan Layak Jalan
Jenis truk berdasarkan ukuran
Inilah jenis truk berdasarkan ukuran. Semakin kecil ukuran truk, semakin kecil juga daya angkutnya.
1. Truk sangat ringan (ultra light truck)
Truk sangat ringan (ultra light truck) memiliki daya angkut atau tonase 1–3 ton. Contoh model truk ini, yaitu Toyota Hilux, Isuzu Traga, dan Tata Ace.
2. Truk ringan (light truck)
Truk ringan (light truck) ideal untuk mengangkut bahan baku mentah dan hasil pertanian dengan beban hingga 8,5 ton.
Beberapa contohnya, yaitu Toyota Dyna, Isuzu Elf NMR, dan Mitsubishi Fuso Canter.
3. Truk menengah (medium truck)
Dengan panjang 10–12 meter, truk menengah (medium truck) bisa mengangkut beban 14–26 ton.
Contoh medium truck di Indonesia adalah Isuzu Giga dan Mitsubishi Fuso Fighter.
4. Truk berat (heavy truck)
Dengan lebar 18 meter lebih, truk berat (heavy truck) memiliki konfigurasi ban yang lebih banyak dan sasis yang bisa disesuaikan atau karoseri. Bahkan, bisa dipasangkan dengan kereta tambahan atau trailer.
Truk berat hanya bisa melalui jalan arteri lantaran daya angkutnya hingga 36 ton. Contohnya, yakni truk sampah, truk tangki, truk kayu, car hauler, truk traktor, dump truck, atau truk kulkas (reefers).
5. Truk muatan khusus (off-road truck)
Terakhir, ada truk muatan khusus (off-road truck) untuk melakukan pekerjaan khusus, misalnya haul truck atau dump truck pengangkut hasil tambang dan peralatan militer.
Truk jenis ini umumnya beroperasi di area industri sehingga dijuluki off-road truck.
Baca juga: Mengenal 7 Jenis Crane dan Fungsinya
Jenis truk berdasarkan trailer
Truk umumnya memiliki kereta tambahan berupa kereta sambung atau kereta tempel (trailer).
1. Dry van trailer
Dry van trailer merupakan kereta sambung berbentuk boks dengan daya angkut hingga 22 ton. Umumnya digunakan untuk pengiriman komoditas sehari-hari, kecuali logistik yang mudah hancur.
Beberapa dimodifikasi menjadi curtain side trailer dan wing side trailer agar bisa dibuka dari sisi samping van.
2. Flatbed trailer
Dengan panjang 7–16 meter, flatbed trailer punya daya angkut hingga 25 ton. Idealnya untuk mengangkut komoditas kecil dan besar, misalnya kayu.
3. Lowbed trailer
Dengan panjang maksimal 10 meter, lowbed trailer dirancang dengan daya angkut hingga 40 ton.
Biasanya untuk mengangkut muatan berukuran tinggi, misalnya alat berat, mesin, dan komponen pesawat.
4. Step deck trailer
Step deck trailer memiliki dua bed, yaitu upper deck dan lower deck. Fungsinya untuk mengangkut barang industri menengah hingga besar dan memudahkan kinerja forklift.
5. Tanker trailer
Dikenal dengan special utility trailer, tanker trailer dirancang untuk mengangkut muatan khusus, seperti barang display, bahan kimia, air, semen, aspal, dan bahan bakar.
Bentuk tangkinya bisa disesuaikan, misalnya tangki air berbentuk pipih.
6. Tipper and dump trailer
Tipper atau dump trailer memiliki trailer berbentuk bak yang bisa diangkat sendiri dengan tenaga hidrolik.
Tipper cocok untuk memuat hasil pertanian, sementara dump trailer untuk pertambangan.
7. Refrigerated trailer
Dikenal dengan reefer, refrigerated trailer merupakan dry van trailer yang dilengkapi dengan sistem pendingin.
Perannya untuk mengangkut barang-barang mentah yang mudah hancur, seperti sayur-sayuran, daging, atau makanan beku.
Baca juga: 15 Jenis Traktor Berdasarkan Fungsi, Penggerak, & Traksinya
Jenis truk berdasarkan konfigurasi ban
Di Indonesia, jenis truk berdasarkan konfigurasi ban terdiri dari truk engkel, truk tronton, truk trintin, dan truk trinton.
1. Truk engkel
Truk engkel memiliki konfigurasi dua sumbu roda seperti mobil. Ada dua jenis truk engkel, yaitu engkel tunggal dan double.
Truk engkel tunggal dirancang dengan as roda depan dan belakang terdiri dari 2 roda (1.1 - 1.1).
Sementara itu, as roda depan truk engkel double terdiri dari 2 roda, sementara as roda belakang 4 roda (1.1 - 2.2).
2. Truk tronton
Truk tronton memiliki 3 as roda di mana 1 as roda depan yang memiliki 2 ban dan 2 as roda belakang yang masing-masing memiliki 4 ban. Jika ditotal, truk tronton memiliki 10 ban.
3. Truk trintin
Sama seperti tronton, truk trintin memiliki 3 as roda. Namun, truk trintin memiliki 2 as roda depan dan 1 as roda belakang.
Dua as roda depan masing-masing memiliki 2 roda (1.1, 1.1), sementara 1 as roda belakang memiliki 4 roda (1.1, 1.1 - 2.2).
4. Truk trinton
Truk trinton memiliki 4 as roda, 2 di depan dan 2 di belakang. Dua as roda depan memiliki 2 ban, sementara 2 as di belakang masing-masing memiliki 4 roda.
Bila dijumlahkan, truk trinton memiliki 12 buah roda.
Nah, itu dia penjelasan mengenai jenis truk berdasarkan ukuran, trailer, dan konfigurasi ban.
Baca juga: 10 Jenis Bulldozer beserta Fungsi dan Komponennya
Ibiders bisa menemukan truk, genset, hingga excavator bekas di lelang HVE IBID - Balai Lelang Serasi.
Tak perlu ragu ikut lelang online karena IBID terdaftar di DJKN, unit telah diinspeksi, dan pembayaran virtual account.
Yuk, pelajari lebih lanjut di www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi




