
5 Penyebab Excavator Low Power & Solusinya, Pantang Abai!
Excavator kehilangan tenaga (low power) menjadi salah satu hambatan utama dalam dunia konstruksi. Meski penyebab excavator low power beragam, ada solusi yang bisa ibiders terapkan.
Excavator low power menyebabkan terhambatnya kerja proyek dan kinerja ekskavator itu sendiri. Alhasil, terjadi penurunan produktivitas, keterlambatan penyelesaian proyek, dan peningkatan biaya operasional.
Tak cuma itu, excavator juga rentan mengalami kerusakan lebih lanjut dan risiko kecelakaan kerja. Karenanya, penting untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan solusi masalah excavator low power.
Baca juga: Mengenal 7 Jenis Crane dan Fungsinya
Penyebab excavator low power
Inilah penyebab excavator low power. Masalah ini bisa dialami semua tipe alat berat lainnya.
1. Hydraulic pressure low
Hydraulic pressure low menjadi salah satu penyebab excavator low power. Rendahnya tekanan main relief tentunya memengaruhi kecepatan silinder yang berhubungan dengan aliran (flow) pada alat berat.
Ada 4 faktor utama penyebab hydraulic pressure low, seperti
Pengaturan main relief rendah
Pengaturan safety valve rendah
Pompa hidrolik rusak
Kurang oli
Bila kondisi main relief normal, sumber kerusakan mungkin berada di bagian safety valve atau pompa hidrolik. Manfaatkan thermo gun untuk mengecek kerusakan pada pompa.
2. Kurang oli
Penyumbatan di sepanjang jalur oli menyebabkan kurang oli. Hal ini berdampak pada excavator low power lantaran kecepatan attachment berkurang.
Setidaknya ada 7 penyebab keterlambatan pada attachment, di antaranya
Kebocoran oli
Kurang oli
Spool control pada bagian valve macet
Saringan buntu
Pengaturan sudut pompa yang tidak tepat
Pembukaan spool control valve sedikit
Tekanan pilot rendah
3. Hydraulic drift
Penyebab excavator low power selanjutnya yaitu attachment mengalami penurunan (hydraulic drift). Artinya, ada kebocoran pada komponen spool control valve dan safety valve atau seal silinder hydraulic.
4. Kebocoran udara di fuel system
Penyebab lainnya dikarenakan terdeteksi kebocoran udara pada fuel system. Biasanya komponen yang rusak memberikan celah sehingga udara dapat masuk dengan bebas dan mempengaruhi sistem pembakaran.
5. Sistem pembakaran bermasalah
Sistem pembakaran yang bermasalah juga memicu excavator low power. Penyebabnya bisa ketidaksesuaian pada campuran udara dan bahan bakar sehingga. Imbasnya, putaran engine (rpm) tidak maksimal atau rendah.
Baca juga: 10 Jenis Bulldozer beserta Fungsi dan Komponennya
Solusi excavator low power
Atasi excavator low power dengan tips di bawah ini. Lakukan perawatan berkala untuk meminimalisir kerusakan berlanjut.
1. Ganti bahan bakar
Selanjutnya, gunakan bahan bakar dengan kualitas yang dianjurkan. Dengan begitu, sistem pembakaran dapat bekerja optimal.
2. Perbaiki kerusakan fuel system
Bila excavator low power disebabkan kebocoran, segera deteksi komponen yang rusak dan lakukan perbaikan. Bila kerusakan terbilang parah, gantilah komponen tersebut dengan yang baru.
3. Cek main hydraulic
Bila tekanan rendah disebabkan hydraulic pressure low, kamu perlu memeriksa tekanan kerja dan tekanan relief. Tekanan hydraulic excavator umumnya berkisar 21 Mpa saat beroperasi dan 24 Mpa saat mendapat beban atau relief.
Namun, jika tekanan masih berkurang meski telah dilakukan pengaturan, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut.
Periksa main relief valve pada control valve
Cek bagian pompa, lalu lakukan resealing pompa atau penggantian bila rusak
Periksa control valve guna memastikan apakah spool macet atau luka, lalu resealing control valve atau ganti o-ring kit
Cek suhu kerja oli hydraulic. Normalnya berada di angka 50–60 derajat Celcius.
Jika masih lemah, cek bagian sirkuit pilot hydraulic.
4. Periksa pilot hydraulic
Selain memeriksa main relief, kamu juga perlu mengecek tekanan di pilot hydraulic dengan std berkisar 4 Mpa atau 40 kgf. Jika tekanan tersebut tidak tercapai, lakukan pengaturan di rumah filter pilot, seperti
Periksa gear pump pilot hydraulic. Bila rusak, ganti dengan yang baru
Deteksi kebocoran pada jalur pilot hydraulic
Cek signal control valve atau solenoid block
Lihat handle lever pada kabin operator
5. Tes sistem elektrik
Tak ketinggalan, cek sekring dan kabel atau harness pada electrical system excavator, lalu lihat kode kerusakan di monitor. Kamu pun juga bisa memeriksa sistem elektrik dengan tips di bawah ini.
Periksa pump delivery sensor dan pump flow rate sensor
Cek torque control solenoid valve, pump flow rate limited solenoid valve, dan solenoid block
Tes ketegangan dua kabel controller menggunakan 5V atau 12V di solenoid
Periksa resistance dari solenoid dengan kisaran 16 ohm dan 34 ohm
Ganti controller yang rusak
Itulah penyebab excavator low power dan cara mengatasinya. Sebelum mengecek gangguan pada excavator, pastikan kondisi mesin berada di titik normal dengan cara hydraulic stall atau T/C stall agar aman.
Baca juga: 15 Jenis Traktor Berdasarkan Fungsi, Penggerak, & Traksinya
Ibiders tertarik jual excavator secara online? Percayakan pada IBID - Balai Lelang Serasi! Selain excavator, kamu juga bisa menjual alat berat lainnya melalui smartphone, lho.
Alat berat akan dilelang sesuai jadwal lelang pilihanmu. Tak perlu repot memindahkan alat berat di cabang IBID karena lokasi lelang bisa di mana saja.
Segera ajukan titip jual di ibid.astra.co.id maupun aplikasi IBID yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store.
Biar tak ketinggalan info, ikuti juga akun media sosial IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




