
10 Penyebab Penurunan Harga Jual Mobil
Setiap mobil bekas yang dijual pasti mengalami penurunan harga seiring waktu pemakaian. Hal ini sering disebut sebagai depresiasi harga jual.
Ketika kamu ingin menjual mobil, maka harga jualnya tidak akan lagi sama ketika kamu membeli mobil baru. Oleh karena itu, depresiasi mengambil peranan penting ketika kamu ingin menentukan harga jual mobil.
Lalu apa itu depresiasi harga mobil dan faktor-faktor yang mempengaruhinya? Simak penjelasannya berikut ini!
Mengenal Depresiasi Harga Mobil
Secara umum, depresiasi atau yang biasa dikenal juga dengan penyusutan adalah berkurangnya nilai ekonomis suatu barang seiring berjalannya waktu. Nilai ekonomis sendiri adalah nilai guna atau manfaat yang dimiliki oleh suatu barang.
Umumnya depresiasi tergambar dalam harga jual. Pada kasus mobil misalnya, depresiasi umumnya bersifat mutlak. Harga jual mobil tidak akan lagi sama dengan harga ketika kamu membeli mobil baru.
Dalam sebuah riset yang dilakukan Ramsey, harga mobil umumnya akan berkurang hingga 10% sejak satu menit mobil keluar dari dealer. Sementara ketika memasuki usia 1 tahun hingga 5 tahun, mobil bisa mengalami depresiasi harga hingga 60%.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Depresiasi Harga Jual Mobil
Menurut Money Helper, harga mobil akan mengalami penurunan sebesar 15 hingga 25% ketika memasuki usia 1 tahun hingga 5 tahun. Setelah memasuki usia 5 tahun, persentase harga jual mobil biasanya bisa sangat subjektif dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan atau depresiasi harga jual mobil bekas? Berikut ulasannya.
1. Warna Mobil Bekas
Salah satu faktor yang menyebabkan harga mobil mengalami penurunan atau depresiasi adalah warna mobil. Semakin tidak populer warna mobil, maka semakin besar kemungkinan harga mobil tersebut mengalami penurunan.
Menurut laporan Global Automotive: 2021 Color Popularity Report. Mobil paling populer di dunia adalah warna putih yaitu sekitar 35%, disusul warna hitam dan abu-abu yang masing-masing 19%, kemudian warna silver 9%.
Sementara di Indonesia, mobil hitam menjadi yang terlaris yaitu sebanyak 37% dan warna putih 27%.
Katakanlah kamu memiliki mobil berwarna di luar warna pasaran yang ada misalnya kuning atau hijau. Sudah dipastikan mobil kamu akan mengalami depresiasi yang tinggi.
Baca juga: Fakta-Fakta tentang Warna Mobil, Ada yang Rentan Kecelakaan?
2. Merek dan Layanan Purna Jual
Sudah jadi rahasia umum bahwa harga merk mobil yang memiliki market share yang paling banyak di Indonesia cenderung stabil.
Merek mobil yang memiliki market share besar, otomatis memiliki komunitas pembeli yang besar, dan implikasinya memiliki layanan purna jual yang baik.
Sebaliknya, merek mobil yang jarang peminatnya bahkan tidak memiliki basis pabrik di wilayah tersebut dalam konteksnya Indonesia, maka semakin besar kemungkinan harga mobil tersebut mengalami depresiasi yang tinggi.
3. Odometer Mobil Bekas
Penyebab selanjutnya yang pasti adalah odometer atau jarak tempuh mobil yang dijual. Semakin besar jarak tempuh maka semakin tinggi depresiasi yang dialami mobil tersebut.
Selain itu, jarak tempuh yang tidak wajar juga menyebabkan harga mobil mengalami penurunan yang signifikan.
Misalnya, dalam setahun kilometer mobil menghabiskan sekitar 10.000 hingga 15.000 Km. Apabila lebih dari itu, biasanya mobil dalam keadaan capek.
Katakanlah, mobil bekas yang ingin dibeli sudah berusia 3 tahun. JIka mengambil angka tertinggi, angka yang wajar pada odometer menunjukkan sekitar 45.000 km. JIka lebih dari itu, mobil biasanya dianggap sudah capek.
Baca juga: Awas, Kenali Ciri-Ciri Odometer Mobil Reset atau Diputar
4. Riwayat Servis
Konsep depresiasi adalah dimana nilai ekonomis dan fungsi suatu mobil akan berkurang seiring waktu dan perawatan jadi kunci bagaimana mobil bisa memiliki depresiasi yang rendah dan stabil.
Jadi, agar nilai jual mobil bekas kamu tidak terlampau turun. Pastikan kamu melakukan servis secara rutin mobil yang akan dijual. Selain itu, pastikan kamu bisa menunjukkan buku riwayat servis.
5. Jenis Mobil Bekas
Minat terhadap mobil bekas di setiap negara berbeda-beda. Begitu pun Indonesia. Menurut laporan Motor1, minat jenis mobil di Indonesia paling banyak adalah dari lini minivan atau MPV.
Dengan kata lain, jenis mobil MPV cenderung memiliki depresiasi yang lebih lamban dan stabil. Sementara mobil-mobil lain seperti SUV, sedan, atau hatchback cenderung mengalami depresiasi yang lebih tinggi.
6. Konsumsi Bahan Bakar
Seiring lamanya masa pemakaian, konsumsi bahan bakar mobil cenderung lebih boros yang menyebabkan harga jual mobil menjadi semakin kecil.
Dengan kata lain, mobil-mobil yang awalnya boros akan mengalami penurunan harga yang jauh lebih tinggi dibanding mobil yang dikenal irit. Contoh, mobil-mobil diesel, LCGC, dan kendaraan dengan kubikasi kecil cenderung memiliki harga jual yang stabil karena dikenal irit.
7. Kondisi Keseluruhan
Faktor selanjutnya yang tidak lepas dari penurunan harga jual mobil bekas adalah kondisi mobil itu sendiri. Misalnya kondisi body, kondisi interior, dan kondisi mesin.
Ada beberapa hal yang membuat kondisi mobil bisa berubah drastis. Pertama, gaya penggunaan sang pemilik mobil. Tidak sedikit pengendara mobil yang mengemudi secara serampangan yang menyebabkan mesin menjadi cepat aus.
Kedua, kondisi pasca kejadian tertentu. Misalnya karat, penyok, atau baret bekas kecelakaan atau terendam banjir.
Apabila mobil mengalami kedua kendisi tersebut, otomatis mobil juga mengalami penurunan harga secara drastis. Namun jangan salah, selain kedua kondisi tadi, mobil yang jarang digunakan juga bisa mengalami penurunan harga yang signifikan.
Seperti yang kamu tahu, mobil yang lama terparkir biasanya memiliki komponen yang lebih cepat aus. Kecuali jika kamu rutin memanaskan mobil dan rutin melakukan servis.
Baca juga: Catat, 8 Tips Jual Mobil Bekas Banjir agar Tetap Laku
8. Garansi Resmi Dealer
Salah satu alasan kenapa banyak orang yang menjual mobil bekas saat usia masih berada di bawah 5 tahun adalah masih adanya garansi resmi. Adanya garansi resmi bisa membuat harga mobil tidak mengalami depresiasi yang begitu besar.
Umumnya dealer mobil menjamin layanan atau garansi hingga kilometer 100.000 atau sekitar 5 tahun. Ketika kamu menjual mobil bekas masih dalam jaminan garansi, maka harga jual mobil akan cenderung stabil dan tidak terlalu turun.
9. Desain dan Modifikasi Mobil
Mobil yang sudah dipersonalisasi atau dimodifikasi akan mempengaruhi tingkat depresiasi harga mobil. Semakin banyak modifikasi maka semakin tinggi harga depresiasinya.
Perubahan-perubahan seperti menambahkan stiker, melakukan bore up, dan merubah komponen lain membuat harga mobil menjadi turun.
Namun ini juga tergantung dengan mobil yang dimodifikasi. Ada beberapa mobil yang melalui proses modifikasi justru membuat nilai mobil menjadi lebih tinggi.
Contohnya klakson pada Stargazer yang cenderung cempreng dan tidak disukai pasar. Sehingga apabila mengalami modifikasi, harga jualnya menjadi lebih tinggi.
Begitu juga dengan Calya dan Sigra yang dikenal memiliki kaki-kaki yang jelek. Apabila dimodifikasi, harga jual keduanya cenderung tidak terlalu jauh.
Baca juga: Tips Modifikasi Daihatsu Sigra Biar Gak Mirip Taksi!
10. Jumlah Pengguna
Faktor selanjutnya yang membuat tingkat depresiasi harga mobil cenderung stabil atau turun adalah jumlah pengguna. Biasanya mobil tangan pertama tidak akan mengalami depresiasi yang terlalu tinggi. Sebaliknya, semakin banyak riwayat pengguna mobil bekas, semakin besar mobil tersebut mengalami penurunan harga yang tinggi.
Itu lah dia beberapa penyebab depresiasi harga mobil bekas. Jadi, apabila kamu ingin menjual mobil bekas perhatikan faktor-faktor tadi agar kamu bisa menentukan harga jualnya.
Baca juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Jual Mobil Bekas di Balai Lelang
Selain itu, kamu juga bisa mengecek harga mobil melalui Market Auction Price by IBID yaitu website agregator harga mobil bekas berdasarkan harga pasaran, tahun mobil, dan kondisi mobil.
Untuk memaksimalkan harga jual mobil bekas, kamu juga bisa menjualnya di balai lelang salah satunya adalah IBID.
Melalui lelang, kamu bisa mendapatkan harga jual mobil bekas secara optimal. Selain itu, di balai lelang kamu bisa menjual mobil bekas dengan berbagai kondisi.
Cara jual mobil bekas di IBID mudah tanpa ribet yaitu isi formulir titip jual langsung dari aplikasi IBID - Balai Lelang Astra yang bisa kamu download secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Selanjutnya tim customer service dan inspektor IBID akan menghubungimu untuk proses diskusi harga dan jadwal lelang dan inspeksi.
Ayo jual mobil bekas kamu sekarang di IBID dan dapatkan banyak keuntungannya!




