
Cara Cek Kecocokan Bilangan Oktan dan Mobil
Apakah mobil keluaran terbaru bisa diisi Pertalite dan apa dampaknya? Pertanyaan ini mungkin terbesit di pikiran kamu yang masih setia dengan bahan bakar Pertalite.
Baca juga : Sedang Langka, Apa Sih Fungsi Chip Semikonduktor pada Mobil?
Seperti yang kamu tahu, semenjak Pertamina menyuntik-mati bahan bakar subsidi berjenis Premium, Pertalite kini semakin banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan menurut data Kementerian ESDM, pengguna Pertalite di Indonesia mencapai 79%.
Fakta tersebut pada akhirnya membuat Pertamina mengumumkan bahwa konsumen Pertalite yang hendak mengisi kendaraannya dengan bensin beroktan 90 tersebut wajib mengisi data diri di MyPertamina.
Pendataan konsumen Pertalite dan solar ini dilakukan agar subsidi bahan bakar bisa tepat sasaran serta harga Pertalite di pasaran dapat terkontrol.
Di balik banyaknya peminat Pertalite, ternyata banyak pengamat yang mengatakan bahwa bahan bakar yang sejatinya disubsidi oleh pemerintah ini tidak cocok digunakan oleh mobil keluaran terbaru. Namun apakah benar demikian?
Baca juga: Bensin atau Diesel, Berikut Tips Membeli Kijang Innova!
Sekilas Tentang Research Octane Number (RON) atau Bilangan Oktan pada Bahan Bakar
Bilangan Oktan atau RON adalah pengukuran standar pada bahan bakar kendaraan yang menyatakan kemampuan bahan bakar untuk menahan kompresi yang diberikan sebelum mencapai ruang pembakaran.
Semakin besar angka oktan, maka semakin kuat kemampuan bahan bakar dalam menahan kompresi. Ingat, semakin kuat, bukan semakin baik.
Jadi, besar-tingginya nomor oktan bahan bakar tidak mempengaruhi baik-buruknya kualitas bahan bakar tersebut. Semua tergantung dengan rasio kompresi dan jenis mesin yang dimiliki oleh kendaraanmu.
Contoh, mobil dengan mesin diesel cocok menggunakan bahan bakar bernomor oktan rendah. Hal ini karena mesin diesel tidak mengkompresi bahan bakar, namun memompa udara yang bercampur dengan bahan bakar.
Agar lebih memahami korelasi antara nomor oktan dengan rasio kompresi, kamu bisa cek tabel berikut.
Cara Cek Kecocokan Bilangan Oktan dan Mobil Kamu
Menghitung Rasio Kompresi
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa rasio kompresi mempengaruhi jenis bahan bakar apa yang cocok digunakan untuk mobil kamu.
Namun sebagai catatan, pabrikan mobil biasanya tidak mencatat berapa rasio kompresi kendaraan. Sehingga kamu harus menghitungnya secara manual.
Rumus sederhana untuk menentukan rasio kompresi adalah jumlah volume ruang bakar (Vr) dan volume silinder (Vs) dibagi volume ruang bakar (Vr) atau (Vr + Vs / Vr).
Untuk mencari volume silinder cukup mudah. Misal, mobil kamu memiliki mesin 4 silinder 1.500 cc, kamu tinggal membaginya menjadi 4 sehingga didapat angka 375 cc.
Namun yang cukup sulit adalah mengukur volume ruang bakar. Agar lebih mudah, kamu tinggal mengukurnya menggunakan buret. Sebuah tabung panjang yang memiliki pampat di bawahnya.
Caranya, kamu tinggal memasukan cairan berupa campuran bensin dan oli lewat buret ke dalam ruang bakar ketika piston berada di Titik Mati Atas (TMA). Maka, volume cairan yang dimasukkan tadi menggambarkan besaran volume ruang bakar.
Contoh, katakanlah mobil Avanza kamu bermesin 4 silinder 1.500 cc dan dihitung volume ruang bakarnya kurang lebih 40 cc.
Jika menggunakan rumus (Vr + Vs / Vr), maka didapat (375 + 40/40 = 10,37), rasio kompresinya adalah 10,37:1. Itu berarti mobil Avanza kamu sebaiknya menggunakan bensin beroktan 92.
Tanya Dealer Mobil
Untuk mengetahui kecocokan bensin dengan mobil, kamu bisa menanyakan langsung dengan dealer tempat kamu membeli mobil tersebut terkait rekomendasi konsumsi jenis bahan bakar.
Selain itu, mobil keluaran sekarang terutama untuk mobil LCGC biasanya sudah dilengkapi dengan stiker rekomendasi bilangan Oktan pada area tutup tangki.
Pelarangan Konsumsi Pertalite untuk Mobil dan Motor Tertentu
Belakangan, Pertamina bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Gas) sedang merancang pelarangan BBM bersubsidi untuk mobil dengan jenis mesin tertentu.
Keduanya berencana untuk melarang mobil berkapasitas 2.000 cc dan motor 250 cc untuk menggunakan bensin bersubsidi atau Pertalite.
Itu berarti jika kamu memiliki mobil Toyota Fortuner 2,2, Innova 2.4, Pajero Sport, Hyundai Palisade, Hyundai Santa Fe 2.2, hingga Honda CR-V 2.2 akan dilarang mengkonsumsi Pertalite.
Baca juga: Benarkah Beban Berlebih Sebabkan Boros Bensin? Cek Faktanya di Sini!
Dampak Mobil Diisi Bensin yang Tidak Sesuai
Ada beberapa dampak yang terjadi apabila kamu mengisi bensin dengan oktan yang lebih rendah. Di antaranya sebagai berikut.
Mesin Mengalami Ngelitik
Perlu diketahui bahwa bahan bakar beroktan rendah lebih mudah terbakar pada suhu yang lebih rendah. Sehingga ketika diolah dengan mesin berkompresi tinggi, pembakaran akan berlangsung lebih awal sebelum piston berada di Titik Mati Awal (TMA).
Akibatnya, piston secara langsung akan memukul dinding silinder ketika berada di TMA. Istilah tersebut sering dikenal sebagai knocking atau ngelitik. Apabila dibiarkan, komponen mesin akan mengalami kerusakan.
Boros Bensin dan Gas Buang Lebih Besar
Mobil keluaran sekarang biasanya sudah dipasang dengan sensor knocking untuk menghindari mesin ngelitik dimana ruang mesin akan memundurkan waktu pengapian ketika terjadi indikasi pengapian lebih awal.
Namun proses ini memiliki efek samping dimana pembakaran mesin jadi tidak sempurna. Akibatnya, tarikan mobil jadi tidak mulus, boros bensin, bahkan mampu memproduksi kerak karbon yang menyebabkan produksi emisi jadi lebih besar.
Itulah penjelasan lengkap tentang cocok-tidaknya mobil kamu diisi oleh bensin Pertalite atau bensin-bensin lainnya beroktan rendah.
Seperti yang sudah disebutkan tadi, mobil-mobil dengan kapasitas mesin yang rendah masih mampu menggunakan bahan bakar beroktan rendah. Salah satunya adalah mobil Low Cost Green Car (LCGC).
Nah, kamu bisa mendapatkan berbagai macam jenis mobil bekas murah lewat balai lelang IBID lho, dengan ikutan lelang mobil LCGC bekas mulai dari Rp 60 juta-an!
Caranya mudah, kamu cukup download aplikasi IBID lewat Google Play Store dan Apple App Store atau langsung akses website IBID di https://www.ibid.astra.co.id/
Selanjutnya, daftarkan diri kamu dan cek mobil incaranmu. Kamu juga bisa cek kapan mobil incaranmu akan dilelang lewat jadwal lelang.
Yuk, ikutan lelang dan menangkan mobil impian hanya di Balai Lelang Serasi - IBID!




