
Begini Cara Dongkrak Mobil saat Ganti Ban
Penggantian ban mobil sebetulnya bisa
dilakukan sendiri tanpa harus ke bengkel. Jadi, kamu tak perlu panik ketika ban
mobilmu tiba-tiba bocor di jalan. Yang terpenting, selalu simpan dongkrak di
dalam mobilmu. Sebab, tanpa dongkrak, kamu tidak akan bisa mengganti ban mobil
sendiri.
Kesulitan kedua yang harus kamu
perhatikan yaitu menentukan titik tumpu mobil. Salah memperhitungkan, bisa-bisa
mobil kesayanganmu amblas. Jadi bagaimana cara dongkrak mobil yang benar agar
kamu bisa mengganti ban secara mandiri? Simak tips berikut ini sebelum
melakukannya.
1. Parkir di Jalanan Rata dan Keras
Hal pertama yang harus kamu lakukan yaitu parkirlah mobil kesayanganmu di permukaan jalan yang rata dan keras. Hindari kubangan atau tanah becek yang justru dapat mengganggu keseimbangan mobil. Jika mobil bertransmisi otomatis, posisikan tuas transmisi di mode parkir dan Tarik rem tangan.
2. Mengetahui Titik Dongkrak
Selanjutnya, posisikan dongkrak pada
titik dongkrak yang aman. Konstruksi sasis mobil pada umumnya menggunakan tipe
monocoque. Salah satunya seperti mobil Peugeot di mana pabrikan mobil tersebut
sudah menentukan 4 titik aman sebagai tumpuan dongkrak pada sasis. Biasanya di
mobil Perancis, tedapat stiker pemberitahuan bahwa area tersebut tidak boleh
dijadikan titik tumpu dongkrak. Salah satu area yang tidak disarankan yaitu area
rumah as gardan belakang.
Sedangkan untuk mobil dengan titik tumpu pada rocker panel bodi, biasanya terletak berada di bagian samping bawah side skirt. Titik tumpu itu diberikan tanda khusus oleh pabrikan agar mudah ditemukan. Tipe mobil yang memiliki titik tumpu pada rocker panel yaitu sedan, city car, hatchback, MPV, dan SUV.
3. Memasang Dongkrak
Jika ban depan yang ingin diganti, maka kamu harus memasang
dongkrak pada bagain belakang ban depan. Sedangkan, jika ingin mengganti ban
belakang maka titik tumpunya berada pada depan ban belakang.
Sebaiknya kamu mengandalkan tulang sasis paling kuat atau gardan
roda sebagai titik tumpunya jika ingin mengganti ban depan. Sementara untuk
roda belakang, sebaiknya kamu menggunakan axle roda belakang sebagai titik
tumpu.
Menentukan titik tumpu ini jauh lebih sulit dibandingkan pada rocker panel bodi. Oleh sebab itu, kamu harus lebih berhati-hati dalam menentukan titik tumpu agar mobil tidak amblas. Jika sudah menemukan titik tumpu yang tepat, ban yang tidak terangkat harus diganjal agar mobil tidak bergerak. Selain itu, sebaiknya kamu tidak mendongkrak mobil terlalu lama. Dikhawatirkan, dongkrak yang digunakan tidak sanggup menahan mobil terlalu lama.
Jadi itulah cara dongkrak mobil saat ganti ban agar tidak amblas.
Berbicara soal mobil, tahukah kamu bahwa saat ini kamu bisa membeli mobil bekas
secara lelang di IBID-Balai Lelang Serasi (IBID)? Kamu tak perlu khawatir
masalah kualitas. Karena setiap mobil bekas yang masuk ke lelang IBID
selalu melalui proses inspeksi oleh professional Astra Car Valuation (ACV)
untuk dicek kesehatannya mulai dari eksterior, interior, mesin, dan rangka.
Setelah itu petugas ACV akan menentukan grade mobil bekas. Grade ini tentu akan
mempengaruhi harga dasar kendaraan roda empat tersebut.
ACV terintegrasi langsung dengan Market Auction Price (MAP)
yang memiliki ribuan data harga mobil bekas yang pernah masuk lelang IBID. MAP
ini juga bisa diakses secara peorangan, lho. Dengan MAP ini, kamu jadi bisa
mengetahui bagaimana pasaran mobil bekas incaranmu saat ini. Cara daftarnya,
kamu dapat mengunjungi https://www.ibid.astra.co.id/map.
Gratis!
Salah satu kelebihan MAP yaitu kamu bisa mengatur hasil
pencarian data mobil bekasmu sesuai dengan kebutuhan. MAP ini berguna untuk
kamu mengetahui statistik harga mobil bekas sehingga memudahkan kamu pada saat
proses bidding. Jadi tunggu apa lagi, daftarkan dirimu jadi anggota MAP
sekarang.
Unduh aplikasi IBID di Google
PlayStore, IOS
AppStore dan Huawei
AppGallery. Untuk info lebih lanjut kunjungi www.ibid.astra.co.id. Follow juga akun
media sosial resmi kami:
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID-BalaiLelang Serasi
Youtube : IBID-Balai
Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




