
9 Cara Inspeksi Ban Mobil Bekas, Cegah Kasus Ban Pecah
Selain rangka dan mesin, penting untuk mengecek ban sebelum membeli mobil bekas. Inspeksi ban mobil bekas alias pre tire inspection ini bertujuan untuk memastikan kondisi ban demi menjamin keamanan saat berkendara.
Secara umum, fungsi utama ban tak hanya menopang beban kendaraan, tapi juga menyerap benturan, mentransmisikan traksi dan pengereman, dan mengubah arah pergerakan mobil. Tugas ini akan semakin berat bila kamu memiliki mobilitas tinggi dengan waktu dan jarak tempuh yang panjang serta muatan yang berat.
Karenanya, ibiders perlu melakukan pemeriksaan kondisi ban secara menyeluruh alih-alih hanya melihatnya secara visual, termasuk ban serep. Berikut cara cek ban mobil bekas dari IBID - Balai Lelang Serasi.
Baca juga: Harga Mobil Bekas di Jakarta Lebih Murah, Mitos atau Fakta?
1. Pastikan ban mobil orisinal
Cara cek ban mobil bekas yang utama adalah memastikan ban mobil bekas yang ingin dibeli adalah ban orisinal. Pasalnya, tak sedikit penjual nakal yang menggunakan ban vulkanisir atau ban ukir guna mengelabui pembeli agar ban terlihat baru
Ban vulkanisir merupakan ban bekas yang ditempel dengan kompon dan diberi kembangan baru, sedangkan ban ukir adalah ban botak yang diukir kembali tanpa penambahan kompon baru.
Penggunaan kedua ban ini memiliki banyak risiko, seperti lem ban vulkanisisr yang meleleh akibat bergesekan dengan aspal panas atau kelebihan kecepatan, serta ban ukir yang terlalu tipis. Demi keselamatan berkendara, pilih mobil bekas yang menggunakan ban orisinil.
2. Cek usia ban
Setelah memastikan orisinalitas, lakukan pengecekan usia ban mobil. Tertera pada bagian dinding ban, angka produksi ban terdiri dari 4 kode angka.
Dua kode angka pertama menunjukkan minggu produksi, sementara dua kode terakhir merupakan tahun produksi. Sebagai contoh, jika angka produksi pada ban adalah 1120, artinya ban diproduksi pada minggu ke-11 tahun 2020.
Hindari ban mobil bekas yang berusia lebih dari 5 tahun sebab semakin lama usia ban, semakin besar potensi keretakan dan kerusakannya. Untuk mencari potensi retak-retak kecil pada ban, kamu bisa mencubit dinding samping ban.
Itulah cara cek ban bekas mobil yang penting kamu ketahui sebelum membeli mobil bekas. Metode ini membantu mengetahui kondisi ban sebenarnya dan meminimalisir risiko bahaya usai membeli mobil bekas.
3. Cek tekanan angin ban
Selain mengecek usia ban mobil, penting untuk memeriksa tekanan angin. Selain menjadikan mobil terasa berat dan sulit bergerak, tekanan angin yang rendah juga berdampak pada konsumsi bahan bakar yang semakin boros. Di samping itu, kondisi ini meningkatkan risiko ban meledak karena dinding ban mendapatkan lebih banyak tekanan dari yang seharusnya.
Mengisi terlalu banyak tekanan angin juga tidak dianjurkan karena ban yang terlalu keras dapat mengurangi kenyamanan saat berkendara. Karena cenderung bertumpu pada bagian tengah telapak ban, bagian ini akan lebih cepat botak.
Hal ini juga berdampak pada laju kendaraan yang sulit dikendalikan. Pasalnya, cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban dan tidak menapak sempurna di aspal akibat kelebihan tekanan. Alhasil, ban seperti berjalan di permukaan yang licin.
4. Periksa telapak ban
Selanjutnya, periksa kondisi kembangan ban. Cari tahu apakah kondisinya robek atau ada benda asing yang menancap, misalnya batu.
Perhatikan juga kedalaman alur ban yang berukuran 1,6 mm dan ditandai oleh tonjolan Tread Wear Indicator (TWI). Jika tanda ini sejajar dengan tinggi telapak ban, segera ganti ban mobil. Dengan memeriksa letak TWI di beberapa titik, kamu bisa mendapatkan gambaran tingkat keausan ban.
5. Cek dinding ban
Saat menginspeksi ban mobil bekas, jangan melewatkan dinding ban. Komponen ini berperan menopang beban mobil dan membantu meredam getaran sebelum diteruskan ke sistem suspensi.
Bila muncul benjolan atau sobekan, hal ini mungkin disebabkan tumbukan keras saat tekanan angin ban rendah. Pastikan kamu memeriksa dinding ban secara seksama, baik dari potensi anyaman ban yang terekspos, benjolan, dan karat.
Baca juga: 5 Keuntungan Menggunakan Jasa Inspeksi Mobil Bekas
6. Rotasi ban
Sebelum membeli mobil bekas, pastikan apakah pernah dilakukan rotasi ban setiap interval 10.000 km. Rotasi ini bertujuan untuk membuat ban mengemban tugas yang sama sehingga tingkat keausannya lebih merata. Seperti yang diketahui, ban depan cenderung cepat aus karena bekerja ekstra saat mobil mengaspal.
7. Periksa tutup ban
Meski terkesan sepele, kamu tetap perlu memeriksa tutup ban. Komponen ini bertugas menjaga tekanan angin di dalam ban.
Bila tutup tidak rapat atau hilang, angin akan keluar perlahan-lahan sehingga ban kehilangan tekanannya. Imbasnya, konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien karena terlalu banyak membawa beban berat.
8. Cek kondisi pelek
Kondisi velg ban yang buruk, misalnya pecah, akan berpengaruh pada tekanan angin ban. Bila dibiarkan, bisa timbul benjolan atau sobekan pada ban.
Di samping itu, pelek yang rusak juga mengganggu keseimbangan ban. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan proses balancing atau penggantian seluruh bagian pelek jika terlalu parah.
9. Spooring dan balancing
Cara cek ban mobil bekas selanjutnya adalah dengan memastikan apakah mobil pernah melalui proses spooring dan balancing. Perawatan ini biasanya tertulis pada riwayat servis mobil bekas.
Perawatan spooring dipilih guna mengatur keselarasan kaki-kaki mobil. Pasalnya, suspensi yang baik membantu ban bekerja lebih ringan dan mempermudah pengendalian mobil. Adapun balancing bertujuan agar putaran ban pada pelek tetap stabil sehingga mobil tetap bergerak aman dalam kecepatan tinggi.
Itulah cara cek ban bekas mobil yang penting kamu ketahui sebelum membeli mobil bekas. Metode ini membantu mengetahui kondisi ban sebenarnya dan meminimalisir risiko bahaya usai membeli mobil bekas.
Bila ibiders tengah mencari mobil bekas dalam kondisi prima dengan harga terbaik, kamu bisa menemukannya di IBID - Balai Lelang Serasi.
Sebelum dilelang, mobil akan melalui proses inspeksi oleh inspektur berpengalaman dari Astra Car Valuation (ACV). Proses pengecekan mobil bekas ini tak hanya fokus pada komponen mobil, tapi juga legalitasnya.
IBID pun didukung fitur unggulan Market Auction Price (MAP) yang memudahkanmu mengetahui besaran harga mobil yang kamu inginkan. Tak cuma itu, IBID juga menawarkan mobil LCGC, mobil SUV, city car, hingga mobil MPV
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Cek juga Instagram IBID di @ibid_balailelangserasi.
Baca juga: 12 Tips Beli Mobil Bekas Aman, Bukan Cuma Cek Kondisi




