
6 Dampak Telat Ganti Oli Mesin, Paling Ekstrim Turun Mesin!
Apakah ibiders sering telat ganti oli mesin? Hati-hati ya karena dampak telat ganti pelumas mobil maupun motor sangat merugikan.
Oli mesin tak bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. Jadi, kamu perlu mengetahui masa pakai dan waktu ganti oli mesin yang tepat.
Pabrikan menyarankan ganti oli secara berkala dengan berpatokan pada jangka waktu atau jarak tempuh, misalnya setiap 5 ribu km, 8 ribu km, hingga 10 ribu km untuk mobil dan setiap 2,5–3 ribu km atau satu bulan sekali untuk motor.

Baca juga: Jangan Asal, Ini Waktu Terbaik Mengganti Coolant Radiator Motor
Tanda oli mesin harus diganti
Ganti pelumas merupakan salah satu perawatan berkala kendaraan. Tanda-tanda oli mesin harus diganti beragam, seperti
1. Suara mesin terdengar kasar
2. Warna oli berubah pekat
3. Tanda indikator oli menyala
4. Akselerasi terasa berat
5. Mesin bergetar saat posisi idle
6. Knalpot mengeluarkan asap pekat
Baca juga: 5 Kendala Transmisi Mobil Matic Bekas, Tenaga Mesin Tertahan
Risiko telat ganti oli mesin
Oli mesin yang buruk menyebabkan kendaraan cepat aus akibat endapan kotoran sisa pembakaran alias ‘gram’. Seiring waktu, oli berubah lebih cair dan kotor sehingga tidak bisa melumasi mesin secara optimal.
Jika hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin risiko telat ganti oli mesin harus ditanggung. Lalu apa saja dampaknya? Berikut beberapa di antaranya.
1. Mesin tak bertenaga
Salah satu dampak telat ganti oli mesin yaitu mesin semakin tak bertenaga akibat menurunnya kualitas pelumas. Bila hal tersebut terjadi, kendaraan akan sulit berakselerasi.
Di samping itu, telat ganti oli juga menyebabkan suara mesin berubah kasar. Hal ini disebabkan gesekan antarkomponen yang tak terlumasi dengan baik karena oli kotor dan menyumbat nosel serat saluran oli.
2. Boros bahan bakar
Efek telat ganti oli yang merugikan selanjutnya yaitu boros bahan bakar. Selain melumasi mesin, oli juga bertugas menyerap panas.
Bila oli kotor, tarikan mesin berubah berat. Karena bekerja ekstra, otomatis bahan bakar yang dibutuhkan semakin banyak.
3. Muncul kerak di mesin
Gesekan dari komponen yang tak terlumasi dengan baik menghasilkan kotoran berupa kerak pada permukaan mesin. Alhasil, oli menjadi cepat hitam. Bila dibiarkan, kerak akan sulit dibersihkan dan berpotensi merusak mesin.
Baca juga: Bikin Daihatsu Ayla Kuat Nanjak, Kapasitas Mesin Kecil bukan Halangan
4. Mudah kepanasan
Oli kotor tidak bisa menyerap panas dari gesekan komponen mesin dengan optimal. Imbasnya, mesin mudah kepanasan (overheat) dan berisiko mati kapan saja.
5. Usia mesin pendek
Sama seperti komponen mobil lainnya, mesin punya usia pakai. Semakin jarang dirawat, semakin pendek usia pakai mesin. Supaya mesin terjaga, pelumas perlu diganti sesuai rekomendasi pabrikan.
6. Turun mesin
Dalam waktu lama, oli yang tak kunjung diganti mengakibatkan turun mesin. Hal ini bermula dari kerak yang melemahkan kompresi sehingga performa mesin menurun drastis.
Mulai dari mesin tak bertenaga hingga turun mesin, itulah dampak telat ganti oli mesin yang patut diwaspadai. Bila acuh pada kondisi pelumas, kamu perlu merogoh kocek dalam untuk perbaikan.
Baca juga: 9 Tips Beli Mobil Bekas Aman, Bukan Cuma Cek Kondisi
Bila performa mobil kurang bisa diandalkan, segera jual via lelang di IBID - Balai Lelang Serasi. Cukup ajukan titip jual otomotif dan mobil bekas akan dilelang dengan kondisi apa adanya.
Alhasil, ibiders bisa menekan biaya perbaikan dan mengalokasikannya untuk membeli mobil bertenaga lewat lelang mobil IBID. Mobil bekas dilengkapi laporan hasil inspeksi sehingga diketahui kondisi aktualnya.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




