
10 Fakta tentang Warna Mobil, Ada yang Rentan Kecelakaan?
Selain fitur dan pabrikan, warna mobil juga jadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli mobil.
Penggunaan warna mobil memang mengalami distorsi sejak tahun 80-an. Warna-warna kromatik seperti hijau, biru, atau fish scale color pada mulanya cukup populer hingga pada akhirnya warna-warna akromatik seperti hitam dan putih mendominasi warna mobil saat ini.
Berikut ini, IBID akan menjelaskan fakta-fakta tentang warna mobil yang patut kamu ketahui. Mulai dari warna yang paling banyak jadi perhatian pencuri hingga warna-warna yang rentan kecelakaan.
Baca juga: 10 Mobil Termahal di Dunia yang Pernah Dijual di Balai Lelang
1. Perkembangan Warna Mobil yang Dipengaruhi Disrupsi Ekonomi
Semula warna-warna kromatik seperti biru, hijau, kuning, dan merah cukup mendominasi pasar otomotif saat itu. Setidaknya itu yang dikatakan pakar sejarah otomotif, Gundula Tutt melalui artikel Consumer Reports yang dirilis tahun 2014.
Mulanya pada awal tahun 1900-an kendaraan yang beredar memiliki warna-warna cerah seperti kuning dan hijau. Namun warna-warna kromatik tersebut ternyata tidak tahan lama dan cepat memudar. Selain itu proses pengecatan pun lebih lama.
Kemudian sang bapak mobil dunia, Henry Ford pun mempopulerkan warna hitam pada mobil yang pada saat itu Ia gunakan pada Ford Model T melalui slogannya, “Any Customer has a car painted any color that he wants so long as it’s a black”.
Menurutnya warna hitam atau pada saat itu disebut black asphalt enamel lebih murah, lebih mudah diaplikasikan, dan juga lebih cepat kering dibanding warna-warna kromatik.
Namun seiring berjalannya waktu, banyak pabrikan yang mulai menemukan cat warna-warni yang tahan lama dan juga cepat kering salah satunya melalui produsen cat DuPont lewat produk cat Duco nya yang kita kenal hingga saat ini.
Singkat cerita, ketika Perang Dunia II dan sebagian besar negara mengalami krisis, mobil-mobil berwarna-warni hanya bisa dimiliki oleh para orang-orang kaya menggunakan warna metalik yang mereka sebut sebagai fish scale color.
Sementara orang-orang menengah dan menengah ke bawah hanya bisa memiliki mobil berwarna hitam karena dianggap lebih murah dan mudah diaplikasikan.
Meski tidak ada catatan atau penelitian pasti, penggunaan warna akromatik seperti hitam pada mobil saat itu memang dipengaruhi oleh krisis ekonomi terutama pada era modern yang terjadi pada tahun 80-an.
Dimana orang-orang enggan untuk tampil mencolok yang lambat laun mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli mobil-mobil dengan warna akromatik seperti warna hitam.
Ditambah, saat itu produsen gadget seperti Apple dengan kampanye warna putih pada saat itu juga berdampak pada image warna putih tersebut yang dianggap elegan, modern, dan pintar yang akhirnya mempengaruhi selera warna mobil orang-orang hingga saat ini.
2. Warna Mobil Paling Banyak Diminati di Dunia
Jika ditanya, warna mobil apa yang paling banyak diminati di dunia, Axalta sebuah perusahaan coating cat mobil memiliki laporannya melalui Global Automotive: 2021 Color Popularity Report.
Dalam laporan tersebut warna putih jadi warna mobil yang paling banyak diminati di dunia yaitu sekitar 35%. Disusul warna hitam dan abu-abu sebanyak 19%, warna silver 9%, biru 8%, dan merah 5%. Sisanya adalah warna-warna akromatik lain.
Selain itu warna-warna kromatik memiliki tempat tersendiri di berbagai benua. Misalnya saja Asia, warna kuning adalah warna yang paling populer. Kemudian warna biru jadi favorit orang-orang Eropa, warna merah di Amerika Utara, dan Cokelat di Rusia.
3. Warna dengan Penjualan Tertinggi di Indonesia
Melansir Otobarometer, warna mobil paling diminati oleh orang Indonesia adalah warna hitam, putih, dan silver. Hal tersebut juga disepakati oleh Anton Jimmy Suwandy, Marketing Director PT. Toyota-Astra Motor.
Mulai dari Januari 2021 hingga Juli 2021, mobil berwarna hitam jadi yang paling laku yaitu sebanyak 37%, diikuti warna putih 27%, dan silver 12%.
Kemudian hal serupa pada PT Astra International-Daihatsu Sales Operation dimana warna putih jadi warna favorit dengan angka 30%, hitam 25%, silver dan abu-abu berwarna 15%.
Begitu pula dengan mobil bekas. Ekosistem warna mobil yang akromatik membuat masyarakat kadung memilih warna-warna putih, hitam, dan silver. Bahkan melalui Katadata, Adji, ketua dealer Mobil88, warna-warna tersebut memang memiliki nilai resale yang cukup tinggi.
Baca juga: BBM Naik, Ini Dia 5 Deretan Mobil Bekas Irit Bensin di Bawah Rp100 Juta!
Sebaliknya, meski terlihat berani dan unik, warna-warna kromatik seperti kuning dan hijau sulit untuk dijual kembali karena kurangnya minat masyarakat terhadap warna tersebut.
4. Warna yang Rentan Terhadap Pencurian
Tahukah kamu bahwa warna-warna mencolok seperti kuning, hijau, dan merah sejatinya tidak rentan terhadap pencurian. Sebaliknya, warna-warna umum seperti hitam dan putih rentan dicuri karena nilai resale-nya yang tinggi.
5. Warna Mobil yang Rentang Terhadap Kecelakaan
Ternyata ada warna mobil yang rentan terhadap kecelakaan lho. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Accident Research Centre Monash University bahwa mobil berwarna hitam adalah mobil yang rentan terhadap kecelakaan.
Sebaliknya, warna putih dan kuning jadi warna yang paling aman dan 12 persen lebih sedikit kemungkinannya terjadi kecelakaan.
Alasannya, mobil berwarna putih lebih jelas terlihat baik di siang dan malam hari. Selain itu, warna putih juga memiliki kontras yang cukup tinggi dengan warna jalanan.
6. Warna Mobil yang Menarik Perhatian di Jalan
Meski warna merah jarang dibeli oleh masyarakat, ternyata menurut survey yang dilakukan oleh Finance Buzz bahwa warna tersebut masuk ke dalam 3 besar warna yang paling menarik perhatian di jalan setelah warna hitam dan putih..
7. Sabun Cuci dan Detergen dapat Memudarkan Warna Cat Mobil
Sabun cuci dan detergen bersifat abrasif terhadap cat mobil. Terlebih detergen biasanya mengandung pemutih yang bisa memudarkan warna cat mobil.
Melansir Edmunds, cara terbaik untuk mencuci mobil adalah dengan tidak menggunakan sabun jika tidak memiliki banyak noda atau menggunakan sabun dedicated atau khusus untuk mencuci mobil.
Baca juga: 5 Cara Merawat Cat Mobil yang Efektif agar Selalu Tampak Baru
8. Warna yang Paling Mudah Dirawat
Salah satu alasan kenapa warna kromatik seperti warna kuning, hijau, atau merah muda tidak begitu banyak diminati adalah dari segi tingkat perawatan.
Menurut Mike Pennington, salah satu praktisi bodi mobil asal Amerika Serikat mengatakan warna hitam dan warna-warna kromatik seperti kuning sulit untuk dirawat. Sedikit goresan saja akan mudah terlihat.
Sementera warna putih, silver, dan abu-abu adalah warna yang paling mudah untuk dilakukan perawatan.
9. Warna yang Paling Sejuk
Ternyata warna hitam yang mampu menyerap panas juga mempengaruhi suhu dalam kabin. Melalui penelitian yang dilakukan oleh Applied Energy pada tahun 2011 warna yang lebih gelap mampu menghasilkan suhu yang lebih besar.
Hal ini dilakukan dengan cara menguji dua unit mobil Civic berwarna silver dan hitam di parkir di bawah terik sinar matahari. Hasilnya, kabin mobil berwarna hitam memiliki suhu 10 derajat lebih tinggi dibanding mobil berwarna silver.
Baca juga: AC Mobil Kamu Tidak Dingin? Mungkin 7 Hal ini Penyebabnya
10. Alasan Kebanyakan Pabrikan Mobil Memilih Warna Metalik Dibanding Matte atau Doff
Alasan banyak pabrikan yang tidak memproduksi mobil berwarna matte atau doff atau halus adalah biaya perawatannya yang cukup tinggi dan lebih berisiko mengalami goresan dibanding warna metalik.
Selain itu, biaya produksi bodi mobil berwarna matte atau doff lebih mahal dibanding warna metalik karena pengerjaannya yang lebih rumit.
Nah, itu lah beberapa fakta tentang warna mobil yang perlu kamu ketahui. Sehingga tidak heran kenapa jarang sekali mobil berwarna kromatik (kuning, merah, hijau) di jalan-jalan.
Selain itu, mobil bekas berwarna akromatik seperti hitam, putih, dan silver lebih banyak diminati oleh orang-orang. Bahkan bisa mempengaruhi harga resale.
Berbicara mobil bekas, tahukah kamu bahwa saat ini ada cara yang lebih cepat dan mudah untuk menjual mobil?
Saat ini kamu bisa menjual mobil bekas dengan mudah dan cepat melalui lelang salah satunya di balai lelang IBID.
Melalui IBID, kamu bisa mengikuti lelang eksklusif dimana kamu tidak perlu memarkirkan mobil di pool lelang. Cukup daftarkan diri di website atau aplikasi lelang mobil IBID yang bisa kamu download secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Kemudian, pilih jadwal inspeksi dan jadwal lelang sesuai dengan ketersediaan waktu kamu tanpa harus mengikuti jadwal lelang rutin.
Nantinya, IBID akan mengumumkan kepada ratusan ribu pengguna aplikasi IBID untuk mengikuti lelang eksklusif. Dengan begitu, kamu bisa menjual mobilmu lebih cepat.




