
Kapan Oli Transmisi Manual Harus Diganti? Ini Jawabannya
Tidak hanya mesin, transmisi mobil juga membutuhkan pelumas atau oli, baik itu sistem transmisi manual maupun otomatis.
Sama seperti mesin, komponen transmisi memiliki beberapa komponen lain umumnya poros (shaft) dan gir. Ketika perpindahan gigi berlangsung, antar komponen ini akan mengalami gesekan.
Dalam waktu yang lama, gesekan yang terjadi ini bisa membuat komponen akan mengalami keausan. Untuk itu dibutuhkan lah oli transmisi.
Lalu apa fungsi lain dari oli transmisi manual, apa saja fungsinya, dan kapan waktu yang tepat untuk ganti oli transmisi manual? Simak lengkap ulasannya berikut ini!
Baca juga: Tips Mengemudi Mobil Manual di Tanjakan untuk Pemula, Cegah Mundur Sendiri
Fungsi Oli Transmisi Manual
Ketika seseorang melakukan oper gigi, maka komponen transmisi manual yang terdiri dari gir atau gigi, poros, dan komponen lainnya akan saling bergesekan.
Oli transmisi ini dibutuhkan agar gesekan yang terjadi lebih fluid atau lancar tanpa adanya gesekan berarti. Selain memperlancar gerakan antar komponen, oli transmisi berfungsi sebagai berikut:
Mencegah keausan dan memperpanjang usia transmisi manual
Menjaga permukaan logam gir atau poros dari kotoran
Membuang residu yang muncul akibat gesekan yang terjadi pada komponen gir dan poros pada transmisi
Mencegah karat pada komponen gir dan poros sistem transmisi manual
Apakah Oli Transmisi Manual Bisa Digunakan di Mobil Transmisi Matic?
Meski sama-sama oli transmisi, namun perlu diketahui bahwa baik mobil matic maupun manual memiliki dua jenis oli transmisi yang berbeda. Bahkan memiliki fungsi yang berbeda.
Oli transmisi manual berfungsi sebagai pelumas komponen gigi saja. Sementara oli transmisi matic atau Automatic Transmission Fluid (ATF), selain sebagai pelumas berfungsi juga sebagai penghantar tenaga ketika gigi melakukan perpindahan.
Perbedaan fungsi ini lah yang membuat oli transmisi manual dan matic memiliki ciri-ciri dan zat aditif yang berbeda.
Oli transmisi matic memiliki kekentalan atau viskositas yang lebih encer sementara oli transmisi manual memiliki viskositas yang lebih kental.
Bukan hanya itu, oli transmisi manual umumnya memiliki zat aditif anti-beku dan detergen untuk mencegah gumpalan dan membersihkan kotoran. Di sisi lain, oli transmisi matic justru memiliki zat aditif yang berfungsi mendinginkan suhu.
Jadi, apakah oli transmisi manual bisa digunakan oleh mobil matic? Jawabannya, adalah tidak. Jika dilakukan justru komponen transmisi akan mengalami kerusakan.
Baca juga: Tips Merawat Transmisi Dual Mode CVT agar Usia Pakai Lebih Panjang
Tanda-tanda Oli Transmisi Manual Harus Diganti
Kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli transmisi mobil manual? Mengutip Antaranews, teknisi PT Pertamina Lubricants, Brahma Putra Mahayana mengatakan ganti oli transmisi manual umumnya ketika kilometer mencapai 40.000.
Jika dihitung-hitung, paling cepat adalah setahun setengah dan paling lambat jika mobil jarang digunakan sekitar dua tahun sekali.
Meski begitu, apabila kamu menemukan tanda-tanda berikut, sebaiknya kamu ganti oli transmisi manual secepatnya.
1. Perpindahan Gigi Terasa Berat dan Kasar
Ciri-ciri pertama oli transmisi manual wajib diganti adalah rasa kasar dan berat ketika kamu melakukan oper atau perpindahan gigi.
Persneling transmisi terhubung dengan shaft yang berfungsi menggerakkan perpindahan gir di dalam komponen.
Jika oli habis atau kehilangan fungsinya, maka perpindahan tadi akan terasa kasar dan berat karena gesekan yang terjadi antara gir.
Bukan hanya itu, oli transmisi yang sudah habis juga ditandai dengan persneling yang terasa bergetar yang diakibatkan dari gesekan yang terjadi di dalam komponen transmisi.
2. Timbul Suara Dengung
Ciri-ciri lainnya adalah timbul suara mendengung ketika mobil sedang berakselerasi. dengungan ini muncul karena gesekan yang terjadi antar gir.
Jika sudah menemukan suara dengungan ini, kamu bisa cek bagian kolong mobil apakah terdapat kebocoran oli transmisi atau memang bisa jadi oli transmisi kamu sudah kehilangan fungsinya.
Baca juga: Cara Menghemat Bensin saat Berkendara
3. Oli Berubah jadi Gelap
Jika kamu sudah merasakan dua ciri-ciri sebelumnya yaitu perpindahan terasa kasar dan bunyi dengung. Kamu bisa mengecek kondisi oli menggunakan dipstick.
Kamu bisa mencelupkan dipstick ke dalam katup oli transmisi yang umumnya berbentuk lubang kecil dan berada di dekat komponen mesin utama.
Jika warna oli berwarna coklat gelap dan jika dicium memiliki aroma besi yang sangat pekat atau bahkan cenderung seperti terbakar, itu berarti saatnya kamu mengganti oli transmisi manual.
4. Indikator Oli Menyala
Meski tidak mutlak. Kamu juga bisa mengenali apakah oli transmisi manual wajib diganti atau tidak melalui lampu indikator oli menyala di bagian MID dasbor mobil. Biasanya apabila indikator oli menyala, tidak hanya oli transmisi saja. Namun juga oli mesin.
Baca juga: Awas Ketipu, Begini Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu
Berapa Biaya Ganti Oli Transmisi Manual?
Sebelum memilih oli transmisi manual, kamu harus perhatikan jenis dan merek oli rekomendasi dari pabrikan.
Umumnya pabrikan sudah memahami beberapa kekentalan atau viskositas oli yang cocok digunakan oleh mobil tersebut.
Segi harga, oli transmisi manual umumnya dibanderol paling murah sekitar Rp 60 ribuan hingga Rp 300 ribuan. Sementara biaya jasa penggantian oli rata-rata sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribuan.
Itu lah dia semua tentang oli transmisi mobil manual. Perlu diingat, penting bagi kamu untuk terus menjaga kondisi mobil salah satunya mengganti oli transmisi agar performa mobil tetap terjaga.
Baca juga: Panduan Cara Jual Mobil di Aplikasi IBID Balai Lelang Astra
Selain itu, apabila kamu berniat menjualnya, performa mobil yang masih baik seperti baru membuat nilai jual mobil tersebut tetap stabil. Apalagi jika kamu menjualnya dengan mengikuti lelang mobil.
Semakin baik kondisi mobil kamu, semakin besar kesempatan kamu mendapatkan banyak penawaran saat lelang. Dengan banyaknya penawar, besar kemungkinan pula mobil kamu bisa terjual dengan harga tinggi.
Jika kamu tertarik menjual mobil bekas dengan cara lelang, kamu bisa menitipkannya di IBID - Balai Lelang Serasi, perusahaan balai lelang terpercaya dari Astra dan diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
Kamu cukup mendaftarkan akun di website ibid.astra.co.id atau aplikasi IBID - Balai Lelang Astra yang bisa kamu download secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Setelah memiliki akun, kamu bisa mengisi formulir titip jual lelang langsung dari website dan aplikasi tanpa perlu datang ke pool lelang IBID.




