
Harga Mobil Bekas di Jakarta Lebih Murah, Mitos atau Fakta?
Ibiders, memilih mobil bekas sebagai opsi kendaraan pribadi bukanlah hal yang asing. Dibandingkan mobil baru, harga mobil bekas memang lebih irit di kantong. Bahkan, tak sedikit yang menganggap harga mobil bekas di Jakarta lebih murah dibandingkan daerah lainnya.
Untuk itu, tidak mengherankan bila banyak calon pembeli mobil bekas yang mencari mobil impian mereka di Jakarta. Mereka pun kerap menjualnya kembali di daerah untuk mendapatkan keuntungan lebih.
Baca juga: 5 Alasan Harga Mobil Bekas di Balai Lelang Bisa Lebih Murah
Alasan harga mobil bekas di Jakarta lebih murah
Selain permintaan dan kondisi, ada faktor lain yang menyebabkan harga mobil bekas di Jakarta lebih murah. Langsung saja, inilah alasan yang memengaruhi harga jual mobil bekas di wilayah Jakarta yang IBID - Balai Lelang Serasi rangkum dari berbagai sumber.
1. Permintaan tinggi
Banyak faktor yang memengaruhi harga jual mobil bekas di Jakarta lebih murah, salah satunya ketersediaan barang dan permintaan pasar. Jika permintaan mobil bekas tinggi tetapi pasokan terbatas, harganya cenderung lebih tinggi. Sebaliknya, jika permintaan rendah dibandingkan dengan pasokan, harga akan lebih rendah.
Bila pasokan mobil bekas terbatas, tak jarang pembeli atau pedagang mencoba mencari mobil bekas di daerah lain yang memiliki pasokan berlimpah. Tujuannya, menemukan mobil bekas dengan harga yang lebih murah dan memenuhi permintaan.
2. Pasokan berlimpah
Sebagai kota metropolitan dengan tingkat mobilitas yang tinggi, Jakarta memiliki jumlah mobil bekas yang lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya. Terlebih, sekitar 40 persen dari total mobil baru dipasarkan di Jakarta.
Tingginya minat penduduk Jakarta dan sekitarnya untuk memiliki mobil baru berdampak pada ketersediaan mobil bekas di pasaran. Alhasil, harga mobil bekas di Jakarta lebih murah.
Dengan pasokan yang berlimpak, beberapa merek dan varian mobil sangat diminati pembeli, misalnya merek Toyota dan jenis mobil MPV. Meski tidak selaris mobil favorit, jenis mobil lainnya masih tetap diincar.
3. Harga OTR mobil baru lebih terjangkau
Perlu diakui bahwa Jakarta memiliki akses yang lebih dekat ke pabrik dan gudang penyimpanan produsen mobil. Begitupun dengan pusat manajemen dan administrasi bisnis penjualan mobil serta balai lelang mobil yang terpusat di ibu kota.
Keuntungan akses yang lebih dekat dengan basis produksi dan pusat penjualan otomotif ini menjadikan harga mobil baru di Jakarta lebih murah secara OTR (On The Road). Dengan begitu, harga jual mobil bekasnya juga ikut terpengaruh.
Sebaliknya, harga mobil baru di daerah cenderung mahal karena dikenai biaya tambahan berupa biaya pengiriman. Biaya ini pun bervariasi tergantung jaraknya, misalnya pengiriman ke Papua yang mencapai jutaan Rupiah.
Baca juga: 12 Tips Beli Mobil Bekas Aman, Bukan Cuma Cek Kondisi
4. Kurang perawatan
Faktor lain yang memengeruhi harga mobil bekas di Jakarta lebih murah berikutnya yaitu mobil tidak rutin dirawat. Hal ini memicu terjadinya kerusakan interior hingga mesin.
Pada interior, jamur bisa muncul pada bagian jog dan lampu yang tidak bisa menyala. Selanjutnya, kebocoran oli, kerusakan AC mobil, dan kotoran pada ruang mesin mencerminkan kurangnya perhatian pemilik mobil terhadap kesehatan mesin. Hal ini berdampak pada turunnya harga jual mobil bekas.
5. Banyak mobil capek
Selain pengaruh pada kondisi bodi mobil, lalu lintas yang padat juga berdampak pada kondisi mesin. Mobil yang digunakan secara intensif dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk aktivitas sehari-hari bisa merusak mesin mobil. Inilah yang dikenal dengan ‘mobil capek’.
Pada mobil jenis ini, mesin harus bekerja ekstra pada putaran rendah dan sering mengalami kondisi stop and go. Tanpa perawatan optimal, kondisi ini berpotensi menghambat kinerja mesin sehingga tidak mencapai performa yang optimal.
Kondisi odometer tinggi ini juga bisa dialami mobil baru. Di samping itu, komponen mobil juga rawan rusak. Dengan begitu, harga jual mobil pun akan terpengaruh.
6. Kondisi bodi tidak sempurna
Harga mobil bekas di Jakarta lebih murah karena faktor kondisi bodi yang tidak sempurna. Karena padatnya lalu lintas di jalanan, tak menutup kemungkinan akan terjadi benturan, gesekan, atau bahkan kecelakaan dengan pengendara lain. Imbasnya, muncul goresan atau penyok di beberapa bagian mobil.
Kondisi bodi yang kurang mulus ini bisa diperparah dengan perawatan sehari-hari yang jarang dilakukan. Hal ini tentunya akan berdampak pada harga jual, terlebih bila pemilik ingin menjual mobil apa adanya supaya segera terjual.
7. Terkena banjir atau genangan
Mobil bekas banjir atau genangan cenderung memiliki harga jual miring. Seperti yang diketahui, Jakarta merupakan wilayah rawan banjir ketika memasuki musim penghujan.
Mobil bekas yang pernah terkena banjir biasanya akan diperbaiki sehingga kondisinya terlihat baik. Hanya saja, mobil semacam ini dapat menghadapi masalah di masa depan, contohnya karat dan masalah sistem kelistrikan.
Tidak hanya banjir, genangan air juga menyebabkan masalah mobil, misalnya karat pada bodi. Kondisi ini berdampak pada harga mobil bekas di Jakarta lebih murah.
Harga mobil bekas di Jakarta lebih murah karena beberapa alasan. Selain kondisi mobil itu sendiri, faktor wilayah juga berperan penting dalam menentukan harga jual.
Baca juga: 5 Keuntungan Beli Mobil Bekas Lewat Lelang di IBID
Meskipun harga mobil bekas di Jakarta cenderung lebih terjangkau, hal ini tidak selalu berarti kualitasnya buruk. Bila mencari mobil bekas dalam kondisi prima dengan harga terbaik, kamu bisa menemukannya di IBID - Balai Lelang Serasi.
Setiap mobil yang dilelang di IBID telah melalui proses inspeksi, mulai dari mesin hingga rangka mobil. Tak cuma itu, IBID memiliki berbagai pilihan mobil, mulai dari Mercy, Toyota hingga mobil MPV lainnya.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google PlayStore, IOS AppStore, dan Huawei AppGallery. Cek juga Instagram kami di @ibid_balailelangserasi.




