
12 Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik, Jangan Asal Beli!
Belakangan, motor listrik mulai dilirik banyak orang. Bila ibiders tertarik membeli motor listrik, kenali dulu kelebihan dan kekurangan motor listrik.
Terdapat dua jenis motor listrik di Indonesia, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan motor hybrid yang merupakan gabungan antara mesin berbahan bakar dan baterai. Meski termasuk motor elektrifikasi, motor hybrid masih dianggap motor konvensional karena menghasilkan emisi, sementara motor BEV bebas dari emisi.
Hal ini merupakan salah satu kelebihan motor listrik. Nah, panduan dari IBID - Balai Lelang Serasi ini bisa membantu kamu mempertimbangkan motor listrik sebagai daily ride.
Baca juga: 11 Motor Matic Paling Irit di Tahun 2023, Pilihan Tepat saat BBM Naik
Kelebihan motor listrik
Keuntungan motor listrik cukup beragam, mulai dari bebas polusi, ramah lingkungan, dan baterai bisa diisi ulang. Berikut penjelasannya.
1. Efisiensi bahan bakar
Kelebihan motor listrik dibanding dengan motor konvensional adalah lebih hemat BBM. Pasalnya, motor listrik ditenagai baterai sehingga penggunaannya secara tak langsung menghemat BBM sekaligus mengurangi impor BBM.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Taslim menyebutkan 1 liter BBM per sepeda motor setiap harinya membutuhkan 800.000 barel minyak. Apabila harga minyak saat ini USD 100/barel, setidaknya USD 80 juta atau setara Rp1,2 triliun uang untuk bahan bakar. Terlebih banyak Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) yang dialirkan untuk subsidi BBM.
Tidak heran, motor listrik menjadi primadona ketika isu kenaikan harga BBM menyeruak. Selain itu, penggunaan APBN bisa dialihkan untuk kebutuhan bus listrik, mobil listrik, dan kendaraan listrik lainnya.
2. Bebas emisi
Keuntungan motor listrik lainnya adalah bebas emisi. Seperti yang diketahui, kendaraan berbahan bakar minyak cenderung menghasilkan gas emisi cukup besar yang memengaruhi kualitas udara.
Motor listrik justru tidak menghasilkan emisi gas lantaran memanfaatkan energi baterai. Dengan begitu, motor dapat dikendarai lebih lama tanpa perlu menjalani uji emisi motor selagi kesehatan baterai masih terjaga.
3. Mudah dirawat
Dibandingkan motor konvensional, perawatan motor listrik dinilai lebih mudah karena komponennya lebih sederhana. Kamu hanya perlu memperhatikan komponen fast moving, seperti ban, kampas rem motor, dan drive/van belt. Alhasil, tak ada rutinitas ganti oli atau servis mesin motor secara berkala.
Baca juga: Apa Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak? Temukan Jawabannya di Sini!
4. Torsi instan di tarikan awal
Bagi kamu yang menyukai cara berkendara easy to ride sekaligus fun to ride, motor listrik bisa jadi jawaban. Motor listrik memiliki tarikan awal yang halus dan langsung mengeluarkan torsi yang besar. Sebaliknya, tenaga motor konvensional keluar secara maksimal seiring perubahan gigi.
5. Mendapatkan insentif pemerintah
Tahukah kamu? Motor listrik mendapatkan insentif dari pemerintah, yaitu subsidi harga dan insentif Pajak Kendaraan Bermotor. Selain itu, motor listrik juga terbebas dari aturan ganjil genap yang berlaku di Jakarta.
Lebih lanjut, subsidi motor listrik diberikan melalui skema 1 KTP untuk 1 motor listrik baru. Hingga kini, total ada 38 line up motor listrik yang mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta.
6. Suara motor lebih halus
Selain mengurangi polusi udara, penggunaan motor listrik juga meminimalisir polusi. Suara mesin jauh lebih halus ketimbang motor konvensional lantaran tidak memiliki proses internal sehingga tidak terjadi kebisingan. Dengan keunggulan ini, kamu tidak perlu mematikan mesin saat lewat gang atau jalan kecil karena takut mengganggu kenyamanan.
Baca juga: 7 Syarat Modifikasi Motor yang Aman, Patuhi Aturan
Kekurangan motor listrik
Di samping kelebihannya, ada beberapa kekurangan motor listrik yang patut kamu ketahui. Apa saja itu?
1. Harga cenderung mahal
Salah satu kekurangan motor listrik yang utama yaitu harganya yang cenderung mahal. Motor listrik dengan kemampuan long range atau jarak jauh yang mampu menempuh jarak hingga 100 km dibanderol Rp25 juta ke atas. Padahal, fitur yang dibawa terbilang standar.
2. Stasiun Pengisian Listrik Umum terbatas
Salah satu kekhawatiran pengguna motor listrik adalah konsumsi baterai. Meski sudah ada catatan konsumsi dan kapasitas baterai, hal ini masih membuat was-was sebagian pengendara motor.
Seperti diketahui, Pertamina memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Green Energy Station (GES), dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Meski pengoperasian SPBKLU mendorong evolusi kendaraan bermotor menjadi bahan bakar listrik, SPBU GES masih terbatas jumlahnya di mana saat ini baru tersedia di 240 titik.
3. Minim bengkel resmi
Kekurangan motor listrik lainnya yaitu minim bengkel resmi. Imbasnya, bila terjadi kendala di tengah perjalanan, pengendara tidak bisa langsung membawa motor listrik ke bengkel konvensional.
4. Spare part masih minim
Selain minim bengkel resmi, motor listrik juga memiliki keterbatasan spare part yang terbatas. Spare part merupakan komponen dari kesatuan yang memiliki fungsi tertentu. Karenanya, kendala pada motor listrik akan sedikit merepotkan dan membutuhkan waktu perbaikan yang lebih lama.
5. Daya angkut terbatas
Keterbatasan daya angkut menjadi kekurangan motor listrik selanjutnya, khususnya untuk motor jarak low range. Meski diproduksi dengan rangka yang kokoh, tertulis beban motor listrik maksimal 150 kg. Artinya, motor hanya kuat untuk berbonceng 2 orang.
Selain itu, beberapa motor listrik juga memiliki bobot yang lebih berat, apalagi bila baterainya tidak bisa di-swap. Sebagai contoh, Honda ADV memiliki bobot 133 kg dan BMW CE-04 sekitar 231 kg.
6. Suara lebih senyap
Meski mengurangi polusi udara, suara motor yang lebih senyap juga membawa kelemahan tersendiri. Kondisi ini cukup berbahaya lantaran pengendara lain sulit mengenali keberadaan pengguna motor listrik.
Ditambah, motor listrik yang diproduksi saat ini belum memiliki transmisi sehingga kesenyapannya pun bertambah seiring tarikan gas mulai naik. Meski begitu, hal ini bisa diakali dengan melakukan defensive riding, yaitu berkendara dengan menyadari lingkungan yang dilalui, misalnya memberi sinyal dan mengetahui ruang di sisi kiri dan kanan ketika ingin menyalip.
Itulah penjelasan singkat tentang kelebihan dan kekurangan motor listrik. Di Indonesia sendiri, pemerintah memiliki program konversi dari motor konvensional ke motor listrik.
Baca juga: 7 Tips Membeli Motor Bekas yang Aman dari Penjual Nakal
Bagi ibiders yang tertarik memiliki motor listrik murah, kamu bisa mendapatkannya dengan membeli motor bekas IBID. Di IBID - Balai Lelang Serasi, lelang motor bekas berlangsung mudah dan transparan.
Lelang bisa diikuti dari dari mana saja dan kapan saja karena sepenuhnya digital. Kamu bisa menikmati beragam keuntungan, seperti biaya admin yang ringan, promo menarik, dan jadwal lelang yang fleksibel.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




