
13 Komponen AC Mobil yang Jarang Diketahui
Jika mendengar kata AC mobil? Mungkin yang terlintas di benak ibiders adalah kompresor dan freon.
Nyatanya, AC mobil punya komponen pendukung lainnya, lho. Komponen baru bekerja saat mobil dinyalakan.
Kira-kira apa saja? Simak penjelasan lebih lanjut dari IBID berikut ini.
Baca juga: Benarkah Langsung Menyalakan AC saat Mobil Dihidupkan Berbahaya?
Komponen utama AC mobil
Meski terlihat kecil, komponen pendukung AC mobil punya peran berbeda-beda. Jaga komponen ini agar suhu AC tetap dingin.
1. Kompresor
Ilustrasi kompresor AC mobil
Kompresor AC bertugas memberi tekanan tinggi pada freon dan mengalirkannya ke kondensor, serta menerima gas yang berasal dari kondensor.
Komponen ini terhubung dengan kruk as melalui serpentine belt atau fan belt. Bagiannya terdiri dari plat besi, rotari, dan piston.
Agar fungsinya optimal, ganti oli kompresor minimal setahun sekali atau setiap 20.000 km.
2. Kopling magnet (magnetic clutch)
Terpasang bersama kompresor, kopling magnet memutus dan menyalakan kerja kompresor ketika mobil dinyalakan. Misalnya saat kamu menekan modul turn on/off AC.
Jika komponen rusak, AC jadi tidak dingin, selang AC bocor, atau semburan AC tidak rata.
3. Selang
AC mobil memiliki selang low pressure dan high pressure. Selang low pressure alias pipa AC terbuat dari alumunium dan tahan dingin. Tugasnya mengantar gas freon dari evaporator ke kompresor.
Adapun selang high pressure berbahan karet yang tahan panas. Fungsinya mengantar cairan freon dari receiver-drier ke katup ekspansi.
4. Kondensor
Cara kerja kondensor AC mirip radiator, yakni melepas panas freon yang berasal dari kompresor.
Letaknya pun di depan, dekat radiator supaya udara yang dikeluarkan tidak terperangkap di dalam mobil.
5. Reservoir (receiver-dryer)
Ilustrasi reservoir AC mobil
Cairan freon yang berasal dari kondensor ditampung di receiver-dryer sebelum masuk ke katup ekspansi dan evaporator untuk diserap.
Jika ikut masuk ke evaporator, air bisa membeku dan menyumbat AC mobil.
Komponen ini juga menyerap kotoran yang dibawa freon saat proses kondensasi terjadi.
Baca juga: 2 Penyebab Utama Oli Mesin Bercampur Air Radiator
6. Katup ekspansi
Ilustrasi katup ekspansi AC mobil
Fungsi katup ekspansi mirip sprayer botol, yakni menyemprotkan cairan freon menjadi partikel cairan yang lebih kecil. Komponen ini juga mengatur jumlah cairan freon yang masuk ke dalam evaporator.
7. Evaporator
Ilustrasi evaporator AC mobil
Melalui evaporator, partikel freon dilepaskan menjadi semburan gas bersuhu dingin. Letaknya di balik blower dan bisa dibuka melalui dasbor mobil.
8. Blower
Ilustrasi blowe AC mobil
Mirip kipas, blower AC bertugas menyemburkan udara dari evaporator ke kisi-kisi AC mobil.
Terdiri dari resistor, motor, kipas, dan casing. Tekanan hembusannya pun bisa diatur lewat modul pengatur suhu.
9. Filter kabin
Filter kabin berperan menyaring udara kotor yang masuk ke evaporator sehingga udara kabin lebih bersih dan segar. Letaknya di dekat blower dan terpasang di dasbor mobil.
10. Freon (refrigerant)
Freon merupakan zat berbentuk gas cair dan bersifat anti beku yang berfungsi sebagai zat pendingin ketika AC dinyalakan.
Baca juga: AC Mobil Kamu Tidak Dingin? Mungkin 7 Hal ini Penyebabnya
11. Thermistor dan termostat AC
Selain komponen mekanik, sistem AC mobil juga terdiri dari komponen kelistrikan. Salah satunya thermistor dan termostat.
Thermostat mengatur suhu di dalam kabin tetap stabil sesuai suhu yang diatur pada thermostat tersebut. Letaknya di dekat evaporator AC di bagian dasbor.
Adapun thermistor berfungsi memutus aliran listrik kompresor jika suhu kabin tidak sesuai.
12. Amplifier AC dan HVAC Control Module
Ilustrasi HVAC mobil
Amplifier AC berfungsi menjaga suhu AC tetap stabil dengan menyambung dan memutus aliran listrik ke kopling magnet, serta membuat AC tetap bekerja saat mobil berada di putaran rendah.
Namun, komponen ini mulai digantikan HVAC (Heat, Ventilation, Air Conditoner) control module yang memiliki fungsi lebih kompleks. Misalnya, mengatur arah semburan, climate control, hingga pengaturan suhu otomatis.
13. Sensor AC
Ada beberapa sensor yang terpasang pada komponen AC mobil, seperti
Temperature blower sensor: mendeteksi putaran blower dan suhu yang dihasilkan.
Ambient air temperature: mendeteksi suhu di luar kabin mobil dan membantu kinerja HVAC control module.
Refrigerant pressure sensor: pengganti pressure switch yang mendeteksi tekanan freon pada sistem sirkulasi AC untuk mencegah kebocoran.
Crankshaft position sensor: mendeteksi putaran mesin sehingga tekanan freon tetap terjaga.
Nah, itulah komponen utama AC mobil. Biar fungsinya terjaga, lakukan servis 1 tahun sekali untuk mengganti filter drier, serta membersihkan kondensor, evaporator, blower, dan filter kabin.
Baca juga: Kelebihan Jual Mobil Bekas di IBID
Ibiders tertarik membeli mobil yang lebih bertenaga? Yuk, jual mobil bekas di balai lelang IBID.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store.
Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram: @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang





