
Adu Hemat Mobil Listrik dan Mobil Bensin, Mana Juara?
Kemunculan mobil listrik di Indonesia bukan hanya mendapat sambutan namun juga menimbulkan beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah lebih hemat mana mobil bahan bakar listrik dengan bensin?
Tidak bisa dipungkiri persoalan biaya bahan bakar memang menjadi salah satu keputusan orang untuk membeli sebuah kendaraan, terutama mobil.
Baca juga: Daftar Lokasi Charging Station atau SPKLU yang ada di Jakarta, Bandung, dan Surabaya
Keberadaan mobil listrik juga tak luput dari pertimbangan biaya bahan bakar meski dianggap lebih ramah lingkungan.
Melalui artikel ini, IBID akan membantu kamu untuk melihat lebih hemat mana mobil bahan bakar listrik atau mobil berbahan bakar minyak.
Membandingkan Biaya Pengisian Bahan Bakar Listrik dan BBM
Untuk membandingkan berapa biaya bahan bakar listrik dan BBM, maka hal pertama yang harus dipahami adalah tarif dari masing-masing bahan bakar.
Mari asumsikan bahwa mobil berbahan bakar minyak atau BBM menggunakan RON 92.
Kemudian asumsikan juga menggunakan harga BBM RON 92 terendah. Di Indonesia, harga BBM RON 92 terendah masih dipegang Pertamina dengan Pertamax-nya yaitu Rp12.500.
Lalu bagaimana dengan tarif tenaga listrik SPKLU?
Melalui Paparan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai, tarif SPKLU mobil listrik masuk ke dalam Tarif Tenaga Listrik Layanan Khusus yaitu sebesar Rp1.650/kWh.
Namun tarif itu belum final, karena tarif tadi masih dikalikan koefisien faktor pengali (N) yang ditentukan oleh Izin Usaha Penyedia Tenaga Listrik (IUPTL). nilai (N) ini menurut Paparan Permen ESDM tadi adalah kurang dari sama dengan 1,5.
Jika diasumsikan nilai pengali dari IUPTL adalah nilai maksimal atau 1,5. Maka tarif charging station atau SPKLU adalah Rp2.475/kWh (1,5 x Rp1.650).
Baca juga: Apakah Mobil Listrik Aman Terabas Banjir?
Membandingkan Konsumsi Bahan Bakar Mobil Listrik dan Mobil Konvensional
Setelah mengetahui biaya dasar dari masing-masing pengisian bahan bakar, kini saatnya membandingkan konsumsi bahan bakar baik dari mobil listrik maupun mobil konvensional.
Sebagai contoh, mari kita ambil Hyundai IONIQ 5 yang memiliki dua varian yaitu standard dengan kapasitas 58 kWh dan long range berkapasitas 72,5 kWh.
Mari kita asumsikan kamu mengisi daya listrik secara penuh dari nol persen ke seratus persen untuk IONIQ 5 standard. Maka tinggal dikalikan 58 kWh
Maka, biaya yang haru dikeluarkan adalah perhitungan dari 58 kWh dikali biaya charging station Rp2.475 yaitu Rp143.550. Namun harga tersebut belum termasuk Pajak Penerangan Jalan dan biaya admin dari dompet digital.
Dari pengetesan, dengan penggunaan AC normal, IONIQ 5 tipe standard yang bertenaga 58 kWh mampu menempuh jarak 384 Km dalam kondisi baterai full. Itu berarti dalam 384 Km, kamu perlu merogoh kocek hingga Rp143.550.
Lalu, bagaimana dengan mobil berbahan bakar bensin?
Mari bandingkan dengan Toyota Rush yang memiliki ukuran tangki bensin sebesar 45 liter dengan pengetesan konsumsi bahan bakar untuk rute bebas hambatan dan kecepatan konstan mampu menempuh angka 21 Km/liter.
Dengan asumsi menggunakan harga Pertamax terbaru yaitu Rp12.500 dengan pengisian bensin dari nol ke full, maka kamu harus mengeluarkan kocek sebesar Rp562.500 dengan kemampuan jarak tempuh sebesar 945 Km.
Apabila menggunakan rute kombinasi, Toyota Rush hanya mampu bertahan di angka 12 Km/liter sehingga didapat jarak tempuh yang bisa dilalui sekitar 540 Km dengan harga bensin yang harus dikeluarkan adalah Rp562.500.
Kesimpulan
Jika dilihat dari hasil perhitungannya, saat ini mobil bertenaga listrik bisa dikatakan lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar bensin. Hal ini bisa dilihat dari besaran uang yang harus dikeluarkan berdasarkan jarak tempuhnya.
Katakanlah, kamu menghabiskan dua kali jarak tempuh pengetesan IONIQ 5 yaitu 768 Km, biaya yang kamu harus keluarkan tidak sampai angka Rp300.000.
Meski lebih hemat, kocek mobil listrik di Indonesia masih berada di kisaran harga yang cukup tinggi, Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar-an yang membuat mobil listrik ini.
Jadi, buat kamu yang ingin segera memiliki mobil namun belum memiliki bujet, mobil konvensional masih bisa jadi pilihan. Apalagi saat ini masih banyak mobil berbahan bakar bensin yang tergolong hemat.
Baca juga: Cari Mobil Bekas irit Bensin di bawah Rp100 juta? IBID Punya Daftarnya di SIni!
Apabila kamu tetap ingin menekan bujet dan ingin segera memiliki kendaraan roda empat, membeli mobil bekas melalui lelang bisa jadi pilihan jitu. Apalagi jika kamu ikutan lelang di IBID!
Buat kamu yang belum tahu, IBID adalah perusahaan balai lelang yang menyediakan beragam mobil bekas, mulai dari mobil bekas perusahaan, mobil bekas pribadi, maupun mobil bekas leasing yang tentu sudah melewati proses inspeksi ketat, transparan, dan profesional.
Selain itu, proses lelang di IBID cukup mudah. Kamu tidak perlu datang ke pool untuk mengikuti lelang. Cukup download aplikasi IBID di Google Play Store dan Apple App Store secara gratis dan daftarkan diri kamu.
Tertarik ikutan lelang di IBID? Yuk cek informasinya di www.ibid.astra.co.id




