
11 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Digas Beserta Solusinya
Berkat efektifitas dan efisiensinya, motor menjadi kendaraan yang banyak diminati, salah satunya motor injeksi. Meski pengoperasiannya lebih mudah dibandingkan karburator, ada berbagai penyebab motor injeksi mati saat digas, lho.
Sesuai namanya, motor injeksi memanfaatkan injektor untuk menyuplai bahan bakar ke mesin. Meski berbeda dari motor karburator, perawatan motor injeksi tetaplah mudah dilakukan.
Nah, bila motor injeksi mengalami masalah saat mengaspal, cobalah untuk tetap tenang dan pindahkan motor ke tepi jalan sebelum membawanya ke bengkel terdekat. Tapi untuk pencegahan, ibiders perlu mengetahui penyebab motor injeksi mati saat digas. Berikut daftarnya dari IBID - Balai Lelang Serasi.
Baca juga: Air Radiator Motor Berbuih? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
1. Kerusakan aki
Penyebab motor injeksi mati saat digas yang utama adalah kerusakan pada aki. Perangkat ini berperan menjaga konsistensi arus listrik.
Bila aki motor mengalami kerusakan, tegangan listrik menurun drastis, menyebabkan motor mati secara mendadak. Penting diingat, masa pakai aki sekitar 1,5–2 tahun. Bila melebihi, performa aki akan turun sehingga harus segera diganti dengan yang baru.
2. Mesin terlalu panas
Selain masalah pada saringan udara, mesin yang terlalu panas (overheat) bisa menjadi penyebab motor injeksi mati saat digas. Kondisi ini bisa dipicu oleh kurangnya sirkulasi oli di dalam mesin sehingga piston kering dan mesin menjadi lebih panas dari biasanya.
Jika ini terjadi, diamkan motor sampai mesinnya mencapai suhu yang aman. Selain itu, periksa kondisi oli mesin sebab berpotensi berkurang akibat panas yang berlebihan.
3. Kendala pada injektor
Penting untuk memeriksa kualitas injektor, terlebih bila motor motor injeksi berusia 5 tahun atau telah menempuh jarak 50.000 km. Jika komponen ini rusak atau kotor, tarikan motor akan menjadi sulit dan mati secara mendadak.
Kamu bisa melakukan perawatan injektor setiap 10.000 km jarak tempuh. Dengan begitu, debit penyemprotan bahan bakar akan tetap akurat dan berbagai kotoran yang terkontaminasi di dalamnya akan dibersihkan.
4. Sensor injeksi bermasalah
Motor injeksi mati saat digas juga bisa dipicu oleh kendala pada sensor injeksi. Kondisi ini umumnya ditandai dengan engine yang berkedip tidak normal.
Selain fisiknya yang retak parah, kerusakan pada sensor juga bisa berasal dari soket yang kurang kencang atau kabel sensor yang sudah terkelupas. Meski tidak berpengaruh langsung pada mesin motor, jangan biarkan hal ini terjadi terus-menerus.
5. Busi tidak berfungsi
Sebagai komponen yang memengaruhi proses pengapian mesin kendaraan, kerusakan pada busi motor akan menyebabkan motor mati saat digas.
Jika hal ini terjadi, kamu perlu melepas komponen busi menggunakan kuncinya untuk diperiksa lebih lanjut. Pastikan kondisi mesin motor sudah tidak terlalu panas sebelum melepasnya.
Bila kondisi busi sudah kotor dan menghitam, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Namun, jika busi hanya kotor akibat debu dan kotoran, cukup bersihkan menggunakan lap bersih.
Baca juga: 7 Penyebab Tarikan Gas Motor Berat, Cari Tahu Solusinya
6. Katup mesin tersumbat
Selain memproses pembakaran, seperti bensin dan udara, katup atau klep pada mesin berfungsi sebagai ventilasi material masuk dan keluar. Adapun katup buang bertugas mengeluarkan gas sisa dari pembakaran.
Jika katup ini tersumbat akibat endapan material sisa karbon dan karbon padat, hasil pembakaran bisa keluar melalui celah yang tidak rapat. Solusinya, bersihkan katup mesin usai melepasnya dari bagian kepala silinder.
7. Saringan udara terlalu kotor
Kondisi saringan udara yang terlalu kotor juga menjadi penyebab motor injeksi mati saat digas. Komponen ini berfungsi menyaring udara dari debu dan kotoran sehingga tidak masuk ke dalam mesin. Dengan begitu, udara yang masuk ke ruang pembakaran sudah bersih karena telah difilter.
Sebaliknya bila saringan udara terlalu kotor, motor bisa mati saat dalam kondisi idle di mana mesin menyala tapi kendaraan tidak bergerak. Karenanya, penting untuk secara rutin membersihkan saringan udara minimal setiap interval perjalanan 5.000 km.
8. Sirkulasi tangki BBM terhambat
Meski bertugas menutup tangki bahan bakar, tutup tangki BBM memiliki lubang kecil. Lubang ini berperan menjaga tekanan udara di dalam tangki tetap lancar.
Karena ukurannya yang kecil, lubang ini rentan tersumbat, terutama oleh endapan pasir dan kotoran. Bila hal ini terjadi, bensin tidak bisa mengalir ke ruang bahan bakar,sehingga menyebabkan motor mati mendadak saat kamu sedang berkendara.
Untuk mengatasi masalah ini, bersihkan lubang sirkulasi menggunakan lap atau sikat. Dengan begitu, ventilasi akan terbuka kembali dan aliran bahan bakar dapat berjalan lancar.
9. Kehabisan bensin
Apakah motor sering kehabisan bensin? Kamu patut waspada karena hal ini memicu motor injeksi mati saat digas.
Selain murni kelalaian pengendara, peringatan bahan bakar hampir habis ini sering tidak diketahui karena masalah pada indikator level BBM. Bila indikator tidak berfungsi dengan baik, segera perbaiki di bengkel terdekat sehingga terhindar dari masalah motor mati mendadak karena bahan bakar habis di tengah perjalanan.
10. BBM berkualitas rendah
Penyebab motor injeksi mati saat digas selanjutnya adalah penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin motor. Selain itu, bensin yang terkontaminasi air atau kotoran dapat menyebabkan masalah pada motor. Untuk itu, pilihlah bahan bakar yang berkualitas dari tempat yang terpercaya demi menjaga performa motor.
Bila kamu tertarik memiliki motor dengan performa yang lebih mumpuni, kamu bisa menjual motor yang lama secara cepat dengan metode lelang. Salah satunya di IBID - Balai Lelang Serasi.
Proses titip jual motor bekas di IBID berlangsung mudah dan transparan. Kamu bisa menikmati beragam keuntungan, seperti biaya jasa yang ringan dan jadwal lelang yang fleksibel.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Cek juga Instagram IBID di @ibid_balailelangserasi.
Baca juga: 7 Tips Jual Motor Bekas dengan Harga Bersaing, Catat!




