
7 Penyebab Tarikan Gas Motor Berat, Cari Tahu Solusinya
Terlepasa dari tampilan dan kondisi motor, tarikan gasnya bisa terasa kasarsaat dicoba atau dikendarai, lho. Hal ini membuktikan bahwa perawatan motor tak hanya terbatas pada bagian eksterior, tapi juga mesin. Lalu, apa saja yang menjadi penyebab tarikan gas motor berat?
Tak hanya motor yang sudah tua, kondisi ini juga bisa dialami motor baru. Supaya kenyamanan ibiders ketika berkendara tak terganggu, yuk kenali penyebab kendala ini yang sudah dirangkum IBID - Balai Lelang Serasi.
Baca juga: Apa Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak? Temukan Jawabannya di Sini!
Penyebab tarikan gas motor berat
Saat tarikan gas motor berat, kamu perlu memutar gas hingga dalam untuk mendapatkan akselerasi yang diinginkan. Lantas, apa saja penyebabnya? Simak pembahasan di bawah ini.
1. Oli jarang diganti
Salah satu penyebab tarikan gas motor berat yang utama adalah pergantian oli yang tidak teratur. Selain sebagai pelumas guna meminimalisir gesekan pada mesin, oli berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap optimal.
Bila oli jarang diganti, performa mesin akan menurun. Alhasil, tarikan gas motor menjadi berat karena mesin memerlukan tenaga ekstra.
2. Pemakaian oli berlebihan
Tak cuma oli yang jarang diganti, pemakaiannya yang berlebihan juga termasuk penyebab tarikan gas motor berat. Jika kamu menggunakan oli melebihi kapasitas yang disarankan untuk kendaraanmu, hal ini dapat memicu kerusakan pada mesin.
3. Kerusakan pada busi
Busi memegang peran penting dalam sistem pengapian motor. Tanpa busi, transfer tegangan listrik tidak akan terjadi sehingga tidak menimbulkan percikan api dalam proses pembakaran mesin. Akibatnya, sulit untuk menghidupkan mesin motor.
4. Masalah pada CDI
Satu lagi penyebab tarikan gas motor berat adalah kerusakan pada Capacitor Discharge Ignition (CDI) atau pengatur waktu pengapian pada busi motor. Fungsi utamanya yaitu mengatur pasokan untuk proses pengapian motor. Tanpa komponen ini, motor tidak akan dapat dinyalakan.
5. Rantai atau v-belt rusak
Kerusakan pada rantai atau v-belt merupakan penyebab tarikan gas motor berat. Komponen ini berperan mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang. Apabila rantai atau v-belt mengalami kerusakan, hal ini akan berpengaruh pada tarikan gas motor.
6. Kendala pada kepala silinder
Penyebab tarikan gas motor berat berikutnya adalah kendala pada kepala silinder. Komponen ini berfungsi menutup ruang pembakaran dan berfungsi sebagai tempat sirkulasi air pendingin.
Terkadang, komponen ini mengalami masalah seperti penumpukan kotoran dan kerak yang berasal dari sisa pembakaran. Kotoran tersebut menyebabkan tarikan gas motor menjadi berat.
Selain itu, mesin juga mudah panas. Untuk mengatasinya, kamu perlu membersihkan komponen ini. Kerak-keraknya bisa dihilangkan dengan menggunakan amplas atau sekrap.
7. Karburator rusak
Tahukah kamu, kendala pada karburator juga menjadi penyebab tarikan gas motor berat. Komponen ini bertugas mencampur bahan bakar dan udara yang sangat dibutuhkan oleh mesin.
Bila karburator terhalang saat terjadi proses pencampuran dengan BBM, tarikan gas akan berubah berat. Piranti ini pun juga tidak boleh kemasukan air dan perlu dijaga kebersihannya.
Baca juga: Awas Ketipu, Begini Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu
Tips merawat mesin motor agar tarikan tetap halus
Sebagai alternatif dalam melewati kemacetan di kota, motor lebih disukai dibandingkan jenis transportasi lainnya. Dan karena dikendarai sehari-hari, kamu perlu memperhatikan kondisi mesinnya.
Selain mengenal penyebab tarikan gas motor berat, kamu juga perlu melakukan perawatan secara teratur. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
1. Panaskan mesin secara teratur
Agar tarikan terasa halus, kamu perlu memanaskan motor setidaknya selama 5 menit sebelum dikendarai. Meski terlihat sepele, tindakan kecil ini membantu menjaga kualitas mesin dan meminimalisir tarikan gas yang berat pada motormu. Di samping itu, hal ini juga memperpanjang umur aki motor.
2. Pilih bahan bakar berkualitas
Keawetan mesin tergantung pada jenis bahan bakar yang kamu gunakan. Karenanya, pilihan bahan bakar asli dan berkualitas untuk mesin motor.
Direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 90. Selain menghasilkan pembakaran yang lebih efisien, jenis ini juga mengurangi pembentukan kerak setelah proses pembakaran.
3. Lakukan tune up
Guna menjaga tarikan mesin motor tetap halus, kamu bisa melakukan servis motor alias tune up secara rutin. Jangka waktu servis ini dapat dilakukan setiap 1–2 bulan, tergantung frekuensi penggunaan motor dan jarak tempuhnya.
4. Rutin lakukan penggantian oli
Supaya performa mesin tetap optimal, kamu perlu secara rutin mengganti oli. Oli berfungsi sebagai pelumas yang mengurangi gesekan antar komponen dalam mesin motor.
Oli umumnya perlu diganti setiap jarak tempuh 2000–3000 km atau 2 bulan sekali. Dengan cara ini, kamu bisa terhindar dari tarikan gas motor yang berat.
5. Cek kondisi aki dan busi
Satu lagi cara mencegah tarikan gas motor berat adalah mengecek kondisi aki dan busi. Pastikan apakah masih dalam kondisi baik atau perlu diganti.
Selain memastikan kondisinya, jauhkan aki dari panas dan kelembaban agar performanya terjaga. Tak ketinggalan, sesuaikan jenis aki dan busi dengan spesifikasi yang direkomendasikan.
Itulah penyebab tarikan gas motor berat beserta cara merawat mesin motor. Lakukan servis secara rutin untuk mengetahui kondisi motor dan mencegah potensi kerusakan yang bisa terjadi.
Bila kamu tertarik memiliki motor dengan mesin yang lebih halus, kamu bisa menjual motor yang lama secara cepat dengan metode lelang. Salah satunya di IBID - Balai Lelang Serasi.
Proses titip jual motor bekas di IBID berlangsung mudah dan transparan. Kamu bisa menikmati beragam keuntungan, seperti biaya jasa yang ringan dan jadwal lelang yang fleksibel.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Cek juga Instagram IBID di @ibid_balailelangserasi.
Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Diabaikan Pengendara Motor Matic




