
Mau Kredit Mobil Bekas? Waspadai 7 Risiko Ini
Dibandingkan harga mobil baru, harga beli mobil bekas dikenal lebih terjangkau. Namun, lain lagi ceritanya bila ibiders kredit mobil bekas.
Transaksi jual-beli mobil bekas secara kredit cenderung lebih mahal. Sayangnya, hanya sedikit yang menyadari bahwa sistem angsuran bulanan memungkinkan penjual meraup banyak keuntungan.
Jika sudah menandatangani akad kredit, maka konsekuensinya bisa berlangsung bertahun-tahun sampai kredit lunas. Lalu, apa saja risiko kredit mobil bekas? Simak penjelasannya dari IBID - Balai Lelang Serasi berikut ini.
Baca juga: Harga Mobil Bekas di Jakarta Lebih Murah, Mitos atau Fakta?
1. Total down payment lebih mahal
Tahukah kamu, total uang muka (down payment) kredit mobil bekas lebih mahal dibandingkan mobil baru? Tak sedikit yang beranggapan metode cicilan memungkinkan mereka mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain.
Padahal, dalam penerapannya, cicilan bulanan yang sebenarnya akan membawa harga keseluruhan menjadi lebih tinggi. Hal ini sering kali terjadi karena terlalu fokus pada iming-iming harga mobil bekas yang tampaknya menarik.
Karenanya, sebelum kredit mobil bekas, cermati total uang muka, biaya cicilan, beserta bunga yang ditetapkan penjual. Pastikan kamu bisa membayar cicilan sesuai dengan kemampuan sebelum mengajukan kredit.
2. Bunga cicilan terlalu tinggi
Tak cuma total down payment yang terlalu tinggi, kredit mobil bekas juga mematok bunga selangit. Sebagai contoh, jika bunga pada jual-beli mobil baru hanya 3 persen, bunga pada kredit mobil bekas justru mencapai 6 persen. Nah, hal inilah yang membedakan antara pembelian mobil bekas dan mobil baru.
Di samping itu, meski Bank Indonesia berperan menetapkan suku bunga bank, kebijakan bunga kredit juga tergantung pada kondisi finansial leasing. Karenanya, meski dipasarkan dengan harga murah, kredit mobil bekas tetaplah mahal karena adanya bunga.
3. Adanya premi asuransi
Selain bunga cicilan, harga kredit mobil bekas yang terlalu tinggi juga dipengaruhi premi asuransi. Penetapan premi asuransi ini pun disesuaikan dengan usia kendaraan.
Semakin tua usia mobil yang kamu beli, tingkat premi asuransinya akan semakin besar. Untuk itu, cermati usia mobil bekas sebelum membelinya secara kredit.
4. Ketidakstabilan finansial
Sebelum mengajukan kredit mobil bekas, pastikan kamu memiliki sumber dana yang cukup untuk membayar cicilan setiap bulan. Bila terlalu lama menunggak, mobil dapat ditarik oleh pihak leasing.
Pembayaran angsuran di awal kredit memang terasa ringan. Namun seiring berjalannya waktu, cicilan akan terasa membebani keuangan, terlebih bila kondisi finansial tidak stabil.
Baca juga: Tips Sebelum Kredit Motor, Perhatikan Hal Ini Terlebih Dahulu!
5. Risiko disita
Dalam sistem kredit mobil bekas, kendaraan belum sepenuhnya menjadi milikmu sebelum cicilan lunas. Mobil berpotensi disita bila terjadi masalah pada cicilan, misalnya karena tunggakan angsuran.
Tentunya hal ini akan merugikanmu. Pasalnya, ketika mobil bekas ditarik oleh dealer, kamu tak hanya kehilangan kendaraan, tapi juga seluruh biaya yang telah dibayarkan.
6. Tambahan biaya perawatan
Dalam praktiknya, mobil yang diterima pihak leasing untuk kredit umumnya berusia maksimal 12 tahun. Bila melebihi, kondisi mobil mungkin tidak terlalu terawat.
Agar dapat mengaspal dengan baik, mobil bekas perlu diperbaiki atau diganti komponennya. Meski besarannya tergantung seberapa banyak PR mobil bekas, biaya ini tentunya akan menambah beban pengeluaran bulanan selain cicilan mobil.
7. Harga jual rendah
Tak sedikit yang beranggapan harga mobil bekas cenderung stabil. Bahkan jika turun, jumlahnya tidak begitu banyak.
Namun, jika mobil dibeli dengan sistem kredit, harga jual mobil akan mengikuti harga pasaran saat itu. Jadi, kamu harus memperhitungkan selisih harga ini untuk meminimalisir kerugian.
Nah, itulah beberapa alasan kenapa kredit mobil bekas lebih mahal. Agar tak terkecoh dengan daftar harga yang terlihat murah, lakukan simulasi perhitungan dari total keseluruhan harga, termasuk bunga dan biaya asuransi.
Baca juga: 5 Alasan Harga Mobil Bekas di Balai Lelang Bisa Lebih Murah
Tanpa harus melalui sistem kredit, ibiders tetap bisa mendapatkan mobil bekas idaman dengan cara yang lebih aman. Salah satunya melalui balai lelang IBID - Balai Lelang Serasi.
Sistem transaksi IBID dilakukan secara online tanpa Cash on Delivery (COD). Kamu pun bisa menemukan beragam pilihan mobil dengan harga kompetitif.
Setiap mobil yang dilelang di IBID telah melalui proses inspeksi oleh tim ahli Astra Car Valuation (ACV). IBID juga didukung fitur unggulan Market Auction Price (MAP) yang memudahkanmu mengetahui besaran harga mobil yang kamu inginkan.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID-Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID-Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




