
Supercharger dan Turbocharger di Mesin Mobil, Apa Bedanya?
Apakah kamu tahu bahwa di dalam rangkaian penggerak mobil terdapat sistem forced induction atau induksi paksa? Nah, alat yang bekerja pada sistem tersebut dikenal dengan turbo atau turbocharger dan supercharger. Lantas apa perbedaan turbocharger dan supercharger? Lalu apa itu sistem induksi paksa? Simak perbedaan keduanya yuk di Blog Balai Lelang IBID by Astra!
Apa itu Forced Induction atau Induksi Paksa?
Induksi paksa atau forced induction adalah sebuah sistem yang memproses penyaluran udara yang terkompresi ke dalam ruang pembakaran sehingga tekanan, suhu, dan kepadatan udara meningkat. Dengan begitu, mesin mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar besar.
Dua alat kompresi yang bekerja dalam sistem induksi paksa tersebut adalah turbocharger dan supercharger. Nah, meski pun memiliki fungsi yang sama, kedua jenis sistem induksi paksa ini memiliki cara kerja yang berbeda sehingga memiliki output yang berbeda juga.
Baca juga: Benarkah Sering Ganti Merek Oli dapat Merusak Mesin?
Perbedaan Supercharger dan Turbocharger
Untuk melihat perbedaan keduanya, yuk simak penjelasannya berikut ini!
Segi Bentuk
Jika dilihat seksama, turbocharger memiliki bentuk yang lebih unik dibanding supercharger. Bentuk turbocharger mirip seperti cangkang keong yang di tengahnya terdapat turbin. Sedangkan bentuk supercharger lebih bongsor dengan engkol di sisi samping.
Baca juga: Bikin Daihatsu Ayla Kuat Nanjak, Begini Caranya!
Cara Kerja Kompresi
Beda jenis compressor beda juga cara kerjanya. Cara kerja supercharger adalah proses pengaliran tenaga d ilakukan melalui engkol atau krukas mesin. Itu kenapa pada bagian supercharger terdapat engkol juga sebagai tempat belt.
Dengan kata lain, supercharger akan bekerja ketika mesin bekerja. Udara akan terkompresi sebelum dialirkan ke mesin dan menciptakan tenaga yang lebih besar, Sehingga untuk mendapatkan asupan udara yang lebih besar, memerlukan pembakaran yang lebih besar pula sehingga mobil harus diisi dengan oktan yang lebih tinggi.
Sementara itu, untuk turbocharger menjadikan gas buang sebagai sumber tenaga penggerak kompresor melalui turbin. Dengan begitu, penggunaan perangkat ini jauh lebih efisien karena menggunakan energi yang tidak terpakai sebagai sumber tenaga.
Namun kekurangannya, tenaga tambahan yang dihasilkan lebih kecil dan terdapat jeda waktu, antara menginjak gas dan akselarasi yang terjadi. Dan hal tersebut, biasa disebut turbo lag.
Nah, untuk supercharger yang langsung terpasang di mesin, hanya bisa berputar hingga 50 ribu rpm. Sedangkan turbocharger yang berdiri sendiri, mampu mencapai 250 ribu rpm.
Kesimpulannya, mobil dengan supercharger mampu bekerja secara maksimal di putaran bawah. Sedangkan turbocharger mampu bekerja maksimal pada putaran atas dengan jalur panjang.
Nah jika kamu ingin melakukan modifikasi, kamu bisa mencari mobil bekas sebagai bahannya di Balai Lelang. kamu bisa datang ke balai lelang IBID untuk mencari mobil bekas sebagai bahan modifikasi. Enaknya beli mobil lewat lelang ada banyak pilihan mobil dari segala merek dan tipe.
Di balai lelang IBID, kamu bisa menemukan banyak jenis dan model mobil-mobil yang masih layak untuk dimodifikasi. Satu hal yang terpenting mobil di balai lelang IBID ini harganya jauh lebih murah daripada beli mobil baru.
Mencari mobil di balai lelang IBID prosesnya pun sangat mudah dan bisa diikuti oleh individu atau masyarakat umum. Bahkan kamu bisa memilih sendiri mau ikut cara pelelangan yang mana. Yaitu onsite (digelar di lokasi lelang, penawar bertatapan langsung) atau secara online lewat website atau aplikasi IBID yang bisa kamu download di Google Play Store dan Apple Appa Store.




