
Catat, 8 Tips Jual Mobil Bekas Banjir agar Tetap Laku
Mobil bekas banjir biasanya sangat dihindari oleh konsumen karena berbagai alasan. Mobil bekas banjir dianggap memiliki berbagai potensi masalah. Misalnya karat, masalah mesin dan kelistrikan, hingga bau. Meski begitu, mobil bekas banjir bukan berarti tidak bisa dijual.
Sama seperti odometer, masih banyak konsumen yang tidak mempermasalahkan mobil bekas banjir. Nah, agar mobil bekas kamu laku meskipun bekas terendam banjir, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
Tips Jual Mobil Bekas Banjir
Sebelum menyimak tips jual mobil bekas banjir, perlu kamu ketahui bahwa menjual mobil bekas dengan kondisi yang terendam banjir jauh lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak usaha dibanding mobil bekas biasa.
Untuk itu, setidaknya kamu harus melakukan hal-hal berikut agar mobil bekas banjir kamu laku terjual.
1. Sadari Bahwa Harga Jual Mobil Bekas Banjir Rendah
Perlu diingat, bahwa menjual mobil bekas banjir tidak seuntung menjual mobil bekas yang baik-baik saja. Umumnya, mobil pasca banjir memiliki depresiasi harga hingga 50%. Belum lagi ditambah dengan biaya reparasi apabila kamu ingin mengembalikan kondisi mobil seperti semula.
Pastikan juga kamu mencari tahu rata-rata harga jual mobil bekas milikmu. Berapa harga jual mobil bekas biasa dengan harga jual mobil bekas banjir.
Dengan mengetahui harga jual mobil bekas, kamu bisa memiliki gambaran berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan reparasi dan menentukan harga jualnya berdasarkan pengeluaran biaya reparasi dan harga jual pasaran agar harga mobil bekas tidak terjun bebas.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Jual Mobil? Ini Jawabannya
2. Pahami Kondisi Mobil Bekas Pasca Terendam Banjir
Ada tiga bagian level kerusakan mobil bekas banjir yaitu light, medium, dan heavy, tergantung ketinggian air. Setidaknya itu yang dikatakan service manager Auto2000 Cilandak melalui Detik.
Kerusakan light biasanya ketinggian air hanya mencapai karpet, medium hingga sarung jok, dan heavy hingga menyentuh plafon. Apabila mobil terendam banjir hingga level heavy, agak sulit untukmu menjual mobil tersebut.
Pasalnya, apabila genangan air sudah mencapai dashboard, beberapa fungsi kelistrikan bisa saja terganggu. Misalnya saja power steering, power window, kenop AC, hingga airbag.
Selain level genangan, nilai jual mobil bekas banjir juga dipengaruhi oleh lamanya mobil tergenang air. Semakin lama mobil tergenang air, maka semakin besar kemungkinan komponen yang terendam mengalami kerusakan.
3. Reparasi Mobil Bekas Banjir
Salah satu cara agar mobil bekas banjir cepat laku adalah dengan melakukan reparasi secara menyeluruh. Terutama komponen-komponen kelistrikan yang cenderung rusak karena banjir.
Namun sebelum itu, kamu harus menyadari bahwa biaya reparasi mobil pasca banjir akan memakan banyak biaya yang tidak sedikit yaitu sekitar Rp 5 jutaan hingga Rp 20 jutaan tergantung kerusakan.
Selain itu, pastikan lakukan reparasi mobil bekas banjir di bengkel resmi untuk mendapatkan spare part pabrikan dan original. Bukan hanya itu, komponen kelistrikan yang rusak juga biasanya hanya bisa dilakukan di bengkel resmi.
Meski mahal, reparasi mobil pasca banjir sejatinya bisa meninggikan nilai jual mobil kamu. Dengan kata lain, dengan melakukan reparasi, kamu bisa menekan angka depresiasi mobil bekasmu.
Baca juga: Cek 7 Bagian Ini Jika Mobil Terendam Banjir
4. Jujur Terkait Kondisi Mobil Bekas Banjir
“Honest and transparent content is the best sales tool in the world”, setidaknya itu yang dikatakan Marcus Sheridan, praktisi sales dan marketing asal Amerika Serikat. Kejujuran kamu ketika menjual mobil bekas banjir nyatanya bisa jadi nilai plus di mata konsumen.
Kamu bisa memberitahu konsumen komponen apa saja yang terkena dampak akibat terendam banjir. Perbaikan apa saja yang dilakukan dan dimana kamu melakukan servis.
Pastikan kamu jelaskan kondisi mobil secara jujur. Percayalah, konsumen akan datang dengan sendirinya.
5. Dokumentasi Proses Perbaikan
Tidak hanya jujur, tentu kamu perlu mendokumentasikan segala proses perbaikan. Misalnya, kamu bisa memfoto bagian-bagian yang terdampak banjir sebelum direparasi, memfoto proses reparasi, hingga foto pasca direparasi.
Kamu juga bisa menunjukan kwitansi pembelian sparepart yang diganti. Apa saja komponen yang diganti, dari mana komponen berasal, dan siapa yang melakukan perbaikan. Kamu pun juga bisa menunjukan service record kepada calon pembeli.
6. Bersihkan Mobil secara Menyeluruh
Setelah melalui proses perbaikan, jangan lupa juga untuk membersihkan kabin mobil. Salah satu ciri paling kentara dari mobil bekas banjir adalah sisaan pasir dan juga bau yang sangat menyengat pada bagian kabin.
Untuk menambah nilai jual, bersihkan mobil secara menyeluruh, terutama pada bagian kabin. Kamu bisa melakukan pembersihan kabin dengan cara fogging atau ozone untuk menghilangkan jamur dan bakteri yang melekat pada kabin mobil.
Baca juga: Sebelum Jual Mobil Bekas di Balai Lelang, Perhatikan 5 Hal Berikut Ini!
7. Ajak Test-Drive dan Berikan Compliment
Cara selanjutnya untuk meyakinkan calon pembeli mobil bekasmu adalah dengan mengajaknya untuk melakukan test drive. Biarkan calon konsumen merasakan sendiri mobil yang ingin mereka beli. Apa saja bagian yang dirasa tidak enak.
Apabila respon calon pembeli negatif, kamu bisa melakukan tawar-menawar dan pastikan kamu bisa meyakinkan calon pembeli dengan memberitahu informasi yang memang berhubungan dengan penyakit mobil tertentu yang tidak berhubungan dengan banjir.
Misalnya, penyakit mobil Rush yang cenderung limbung, Avanza yang memiliki suara berdengung apabila sudah masuk umur tua, atau suspensinya yang keras karena desain dari pabrikan.
Apabila respon calon pembeli positif, kamu bisa menawarkan beberapa compliment dan jaminan kepada calon pembeli. Misalnya saja jaminan biaya servis mobil selama 3 bulan, atau compliment lainnya seperti bonus voucher belanja.
8. Jual di Balai Lelang
Ada dua skenario ketika kamu ingin menjual mobil bekas banjir. Skenario pertama adalah kamu bisa menjual mobil bekas dengan melakukan reparasi terlebih dahulu atau menjualnya dengan kondisi apa adanya.
Apabila kamu memilih skenario kedua, jangan khawatir. Kamu tetap bisa menjualnya di balai lelang. Di Balai lelang, kamu bisa menjual mobil dengan berbagai kondisi. Bahkan bekas banjir sekalipun.
Berbeda dengan dealer mobil. pembeli mobil di balai lelang tidak hanya berasal dari konsumen akhir. Namun juga dari kalangan pebisnis. Mulai dari pemilik bengkel, dealer, hingga pemilik pasar rongsok. Meski begitu, kamu juga tetap bisa menjual mobil bekas banjir rekondisi di balai lelang.

Baca juga: Buat yang Belum Tahu, Inilah Beberapa Metode Lelang yang ada di IBID
Salah satu balai lelang terpercaya di Indonesia yang bisa kamu jadikan tempat jual-beli mobil bekas adalah IBID - Balai Lelang Serasi.
Berada di bawah Astra, segala aktivitas lelang di IBID - Balai Lelang Serasi juga diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Cara jual mobil bekas banjir di IBID pun mudah. Kamu bisa mendaftarkan diri dan mobil bekas yang akan dijual melalui aplikasi IBID - Balai Lelang Astra yang bisa kamu download di Google Play Store dan Apple App Store.
Setelah kamu mendaftarkan diri dan mengisi formulir unit yang akan dilelang, tim customer service IBID akan menghubungi kamu untuk menentukan jadwal lelang, metode lelang, dan juga harga dasar mobil.
JIka sudah sepakat, mobil akan langsung dilelang sesuai dengan jadwal dan metode lelang. Kamu pun juga bisa memantau langsung jalannya lelang melalui aplikasi IBID.
Jadi, jangan khawatir. jual mobil bekas banjir kamu di IBID - Balai Lelang Serasi sekarang juga!




