
7 Tips Merawat Transmisi Dual Mode CVT, Biar Tahan Lama
Belakangan, Toyota dan Daihatsu menyematkan transmisi Dual Mode CVT atau D-CVT ,ada keluaran mobil terbarunya yaitu All New Avanza, Raize, Sirion 2022 dan Rocky. Oleh kedua pabrikan tersebut, D-CVT diklaim memiliki traksi yang lebih halus dibanding CVT biasa. Namun, bagaimana cara merawat transmisi dual mode CVT ini?
Baca juga: Baru Beli Mobil, Pilih Transmisi Manual atau Otomatis?
Mengenal Transmisi CVT dan Dual Mode CVT (D-CVT)
Continous Variable Transmission atau lebih dikenal dengan CVT adalah transmisi yang menggunakan katrol atau pulley yang disambungkan dengan sabuk baja.
Ketika mesin bekerja, kedua katrol ini akan melakukan pergerakan baik itu membesar dan mengecil maupun bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti perintah dari perputaran mesin. Akibat pergerakan katrol tersebut, belt atau sabuk yang menghubungkan kedua katrol tadi meningkatkan rasio perputaran gigi.
Pergerakan katrol yang berlangsung secara konstan, membuat perpindahan tingkat kecepatan menjadi lebih halus tanpa hentakan. Itu lah kenapa, transmisi CVT dianggap lebih nyaman dibandingkan dengan transmisi manual konvensional.
Bagaimana dengan Dual Mode CVT?
Dual Mode CVT atau D-CVT memiliki prinsip kerja yang sama dengan CVT biasa. Hanya saja, pada D-CVT terdapat penggerak roda gigi tambahan yang mampu mengefisiensi kinerja penggerak belt.
Ketika mobil berada pada kecepatan rendah, perpindahan kecepatan dilakukan oleh penggerak belt atau sabuk. Kemudian ketika mobil berada pada kecepatan yang lebih tinggi sekitar 40-90%, perpindahan kecepatan akan dilakukan oleh penggerak gigi.
Dampaknya, perpindahan gigi jauh menjadi lebih halus, akselerasi lebih baik pada putaran mesin yang lebih tinggi, bahkan diklaim mampu mengurangi konsumsi bahan bakar.
Cara Merawat Transmisi Dual Mode CVT (D-CVT)
Usia transmisi CVT yang pendek disebabkan karena perpindahan kecepatan dilakukan secara konstan menggunakan belt. Apabila belt menahan torsi yang berlebih, usia belt jadi jauh lebih pendek dan secara tidak langsung akan mempengaruhi sistem CVT.
Nah, agar usia transmisi D CVT pada mobil jauh lebih panjang, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut.
Baca juga: Lelang Avanza di IBID mulai dari Rp 70 Juta-an!
1. Perhatikan ketika Memilih Oli
Meski sama-sama transmisi otomatis, oli gardan atau oli transmisi pada mobil otomatis konvensional dan CVT ternyata berbeda lho.
Biasanya brand-brand oli gardan saat ini memiliki seri khusus baik untuk transmisi otomatis konvensional dan transmisi CVT.
Untuk itu, ketika hendak mengganti oli gardan, kamu bisa tanyakan kepada bengkel resmi atau melihat buku panduan mobil terkait jenis oli yang digunakan.
Selain itu, kamu harus memperhatikan usia pakai oli. Umumnya apabila sudah memiliki jarak tempuh antara 8.000 hingga 10.000, kamu wajib mengganti oli gardan agar transmisi CVT terawat dengan baik.
2. Kurangi Berjalan di Rute yang Terlalu Curam
Transmisi CVT dan D-CVT didesain untuk rute perkotaan dan landai yang tidak memerlukan torsi yang besar. Sehingga, apabila kamu menggunakan mobil bertransmisi CVT pada jalanan curam, bukan tidak mungkin usia transmisi jadi lebih pendek.
3. Hindari Beban Berlebih
Meski transmisi D-CVT mampu menyeimbangkan torsi yang lebih tinggi, kamu tetap harus memperhatikan beban pada mobil. Jangan sampai muatan mobil melebihi kapasitas seharusnya.
Hal ini karena perpindahan mode belt ke mode gear pada D-CVT berlangsung secara sekuensial. Sehingga apabila beban mobil sudah berat sejak awal pembukaan mesin, maka tetap bisa merusak belt pada transmisi.
4. Jangan Lakukan Akselerasi dan Deselerasi Mendadak
Akselerasi dan deselerasi yang mendadak bisa membuat kerja transmisi menjadi tidak efisien. JIka dilakukan secara terus menerus, komponen pada transmisi bisa jadi rusak dan mengalami shift-shock atau getaran ketika transmisi melakukan perpindahan kecepatan.
5. Perhatikan Cara Berkendara
Perpindahan transmisi CVT yang bersifat konstan membuat perpindahan kecepatan berlangsung secara perlahan. Jadi apabila gaya berkendaramu terlalu agresif, asal-asalan, dan serampangan sedangkan transmisi masih berada di posisi rendah, maka sistem akan bekerja dua kali lipat dari seharusnya yang menyebabkan belt pada transmisi aus.
6. Hindari Kebiasaan Menekan Tuas Rem
Buat kamu yang baru berpindah dari mobil transmisi manual ke transmisi otomatis, menekan pedal pada kedua kaki mungkin masih menjadi kebiasaan.
Karena posisinya sama seperti pedal rem, kamu sering kali tidak sadar menekan pedal rem secara terus-menerus yang bisa mengganggu sistem kinerja transmisi CVT atau D-CVT.
Baca juga: Apa itu Engine Brake? Teknik Pengereman agar Terhindar dari Kecelakaan
7. Posisikan Transmisi pada Posisi Netral saat Kondisi Idle
Apabila kamu berada pada posisi idle seperti dalam kemacetan atau mengantri lampu lalu lintas, pastikan kamu memposisikan gigi pada kondisi netral untuk mengurangi beban kerja dari transmisi CVT atau D-CVT.
Itulah penjelasan lengkap tips merawat transmisi CVT dan D-CVT pada mobil. Pastikan kamu menerapkan tips-tips di atas agar usia transmisi mu jauh lebih panjang.
Saat ini mobil-mobil yang ada di Indonesia sudah dibekali dengan transmisi CVT. Mulai dari Toyota Rush, Daihatsu Terios, Toyota Yaris, Avanza, Rocky, dan Raize.
Nah, buat kamu yang sedang mencari mobil-mobil CVT bekas tadi dengan harga terbaik, kamu bisa ikut lelang di Balai Lelang Serasi - IBID.
Lewat IBID, kamu bisa mengikuti lelang secara online langsung dalam genggaman. Caranya, kamu bisa download aplikasi IBID di Google Play Store dan Apple App Store atau bisa juga cek jadwal lelang IBID lewat website IBID.
Yuk, ikutan lelang di IBID dan dapatkan mobil-mobil CVT dengan harga terbaik!




