
Ini 4 Alasan Warna Air Coolant Radiator Berbeda-beda
Di pasaran, tersedia air coolant radiator berwarna merah dan hijau. Sebagai pemilik kendaraan, ibiders mungkin bingung kenapa warna air coolant radiator berbeda-beda.
Radiator dan air coolant berjalan beriringan dalam sistem pendinginan mobil dan motor. Radiator bertugas mengalirkan air coolant yang berfungsi sebagai pendingin mesin dan pelindung dari korosi.
Baca juga: Air Radiator Motor Berbuih? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Cara kerja air coolant radiator
Air coolant terdiri dari air mineral, zat antibeku atau Etilen Glikol untuk menaikkan titik didih, dan zat antikarat, seperti 2-Etilheksil Akrilat (2-EHA), fosfat, silikat, atau nitrit untuk melindungi dari korosi.
Cara kerjanya yakni dengan bersirkulasi dari tangki cadangan (reservoir) radiator menuju mesin, lalu membawa panas ke kipas radiator. Jika cairan coolant dalam radiator berkurang, risiko overheat bisa terjadi kapan saja.
Baca juga: 7 Masalah Innova Bekas, Pantang Diabaikan sebelum Dibeli!
Fakta tentang warna air coolant radiator
Lalu, apa saja fakta menarik tentang warna air coolant radiator? Simak rangkuman dari IBID - Balai Lelang Serasi berikut ini.
1. Identitas produsen
Produsen air coolant menggunakan warna sebagai identitas. Juga untuk memudahkan konsumen membedakan air coolant asli pabrikan dan oplosan.
2. Pendeteksi kebocoran
Penyebab warna air coolant radiator berbeda selanjutnya yaitu untuk mendeteksi ada tidaknya kebocoran pada radiator. Warna cairan dibuat mencolok agar bisa dibedakan dengan cairan lainnya di dalam mesin, misalnya oli. Alhasil, sumber kebocoran bisa lebih mudah dideteksi melalui warna cairannya.
3. Penentu kualitas
Tidak ada kaitan antara kualitas air coolant dengan warna cairannya. Kualitas tersebut justru dilihat dari ada tidaknya perubahan warna pada cairan tersebut.
Kualitas air coolant dinilai buruk jika warna aslinya berubah menyerupai karat. Sebab, warna cairan tersebut seharusnya konstan dan tidak mengalami perubahan saat digunakan, misalnya dari warna merah muda menjadi coklat.
4. Pencampuran air coolant beda warna
Bisakah air coolant beda warna dicampur menjadi satu? Bisa, dengan catatan keduanya memiliki kandungan zat aditif yang sama dan sesuai dengan kendaraanmu.
Misalnya, pencampuran air radiator hijau yang mengandung etilen glikol, fosfat, asam anorganik dengan air radiator jingga dengan kandungan propilen glikol dan asam organik menyebabkan gumpalan yang bisa menurunkan kinerja anti-beku.
Contoh lainnya, mobil-mobil keluaran Jepang, seperti Toyota, tidak disarankan menggunakan air coolant berteknologi silika. Sebaliknya, mobil Eropa justru optimal apabila menggunakan air coolant bersilika.
Terlepas dari perbedaan warna air coolant radiator, fungsinya tetaplah sama. Jika berniat mengganti coolant, disarankan untuk mengikuti warna sebelumnya dan menggunakan produk dari merek yang sama agar warna coolant tidak keruh.

Baca juga: 5 Cara Mengetahui Odometer Mobil Reset atau Diputar
Ibiders tertarik beli mobil bekas tapi bujet terbatas? Tak jadi masalah karena IBID - Balai Lelang Serasi punya program cicilan, lho. Proses pengajuan mudah, DP mulai 5 persen, dan tenor hingga 48 bulan.
Mobil yang dilelang pun telah diisnpeksi oleh inspektur bersertifikat dari Astra Car Valuation (ACV). Kamu pun bisa mendapatkan cashback ratusan ribu rupiah dengan membeli Nomor Peserta Lelang (NPL) dengan Astra Pay.
Kapan lagi beli mobil bekas di IBID bisa secuan ini? Yuk, pelajari selengkapnya di ibid.astra.co.id atau aplikasi IBID yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store.
Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




