
Kenali 7 Penyakit Honda HR-V Bekas sebelum Dibeli
Bagi ibiders yang ingin membeli mobil Honda HR-V bekas, penting untuk mengetahui kelemahan khas mobil low SUV ini.
Resmi dirilis tahun 2014, Honda HR-V generasi kedua memiliki dua tipe, yaitu Prestige berkapasitas 1.800 cc dan E 1.500 cc. Dalam kondisi bekas, harganya berkisar berkisar antara Rp140 juta–Rp254 juta.
Penyakit Honda HR-V bekas sering kali terjadi pada kaki-kaki mobil, seperti tie rod, long tie rod, dan bushing arm. Biar aman berkendara, berikut penyakit Honda HR-V lainnya yang perlu kamu ketahui.
Baca juga: 7 Masalah Innova Bekas, Pantang Diabaikan sebelum Dibeli!
1. Tombol start stop bermasalah
Masalah pada tombol start stop biasanya terjadi pada mobil HR-V SE dan Prestige. Hal ini terjadi karena pengemudi sering menekan tombol tersebut terlalu lama ketika mobil dinyalakan.
Agar tombol awet, kamu bisa memencet tombol dua kali, lalu tekan sekali sambil menginjak rem.
2. Tarikan gas lambat
Transmisi CVT yang digunakan oleh Honda HR-V membuat tarikan gas lebih lambat dari matik konvensional.
Lebih besar dibanding city car, bodi mobil besutan Honda ini juga berpengaruh pada tarikan. Cara mengatasinya, lakukan remap ECU agar tarikan lebih agresif.
3. Area dasbor berbunyi
Dasbor mobil yang bunyi disebabkan oleh baut longgar yang dipasang pada saat pembongkaran AC mobil atau bekas bongkar lainnya.
Hal ini menyebabkan plat atau plastik bergesekan dengan dasbor sehingga mengeluarkan bunyi mengganggu.
Baca juga: 5 Kendala Kendala Avanza Bekas, Salah Satunya Mesin Ngelitik
4. Kaki-kaki mobil bunyi
Penyakit yang sering terjadi pada Honda HR-V ada di bagian kaki-kaki mobil. Komponen, seperti bushing arm, tie rod, long tie rod, dan link stabilizer, yang telah mengalami kerusakan dapat mengeluarkan suara gesekan dari bawah mobil.
Masalah ini biasanya terjadi ketika pemakaian mobil mencapai 80.000 km.
5. Muncul bunyi berisik saat menikung
Bunyi berisik yang muncul dari kaki-kaki mobil saat menikung terjadi karena as roda depan tidak seimbang. Penyebabnya, mobil menggunakan bearing yang lebih besar.
6. Masalah pada rack steer dan EPS
Rusaknya rack steer dan Electric Power Steering (EPS) terjadi saat pemakaian sudah mencapai 50.000 km.
Rack steer merupakan komponen yang menghubungkan setir dengan kaki-kaki mobil. Jika rusak, dapat direkondisi dengan biaya sekitar Rp1,5 juta sedangkan EPS Rp1,2 juta.
7. Door trim mudah kotor
Honda HR-V memiliki interior cerah berwarna krem sehingga gampang kotor. Cara mengatasinya, kamu bisa melapisinya dengan bahan kulit berwarna gelap.
Nah, itulah penyakit Honda HR-V. Pastikan kondisi mobil prima sebelum kamu beli agar nyaman saat berkendara.
Baca juga: 7 Mitos tentang Lelang Mobil Bekas, Salah Kaprah!
Ibiders, jangan sampai beli mobil bekas bermasalah hanya karena tergiur harga murah. Dapatkan mobil bekas berkualitas di IBID - Balai Lelang Serasi.
Lelang mobil bekas dijamin aman karena mobil telah diinspeksi Astra Car Valuation (ACV), pembayaran melalui virtual account, serta transaksi 100% online tanpa perantara.
Bahkan, tersedia opsi pembayaran cicilan dengan DP mulai 5 persen dan tenor hingga 48 bulan, lho.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




