
Stargazer, Xpander, dan Toyota Veloz, Mana Low MPV Terbaik?
Hyundai Stargazer, salah satu penantang baru di pasar low MPV Indonesia telah hadir di Indonesia pada Juli 2022. Mobil yang digadang-gadang mampu melibas lawan-lawan di kelasnya pun hadir dengan 7 seaters dan kecanggihan lainnya.
Namun, apakah benar mobil dari negeri ginseng ini mampu menyaingi lawan-lawan di kelasnya seperti Xpander dan Toyota Veloz? Untuk menjawabnya, yuk simak perbandingan Stargazer, Xpander, dan Toyota Veloz?
Baca juga: Begini Cara Hitung Pajak Mobil dan Motor serta Tarif Progresif Tahun 2022!
Perbandingan Stargazer, Xpander, dan Toyota Veloz
Sebagai catatan, unit yang akan dibandingkan dari masing-masing mobil adalah unit tertinggi yaitu Xpander Ultimate, Stargazer Prime, dan Veloz Q TSS. Apa saja perbedaan ketiganya? Yuk simak penjelasan di bawah ini!
Dimensi
Sebagai mobil di kelas low MPV, baik Stargazer, Xpander, dan Veloz memiliki dimensi yang tidak jauh berbeda. Di antara ketiganya, Xpander memiliki dimensi yang lebih panjang yaitu 4.595 mm x 1750 mm x 1750 mm.
Sementara Stargazer lebih pendek namun dengan lebar dimensi yang sedikit lebih lebar yaitu 4.460 mm x 1780 mm x 1690 mm. Begitu juga dengan Veloz yang 4.475 mm x 1.750 mm x 1.700 mm.
Bagaimana dengan jarak sumbu roda atau wheelbase? All New Veloz memiliki wheelbase terpendek di antara kedua rivalnya yaitu 2.750 mm. Sementara Xpander dan Stargazer masing-masing memiliki wheelbase 2.775 dan 2.780 mm.
Untuk urusan ground clearance, Xpander tampil sporty dengan ground clearance yang cukup tinggi yaitu 225 mm, sementara Veloz sebesar 205 mm.
Namun bagaimana dengan Stargazer? Sayangnya Stargazer memiliki ground clearance yang cukup pendek yaitu 185 mm.
Baca juga: Lelang Toyota Veloz 2022 di IBID, Dapatkan Mulai Harga Rp90 Jutaan
Desain Eksterior
Ada yang unik dari desain eksterior Stargazer dan Xpander. Keduanya memiliki bahasa desain yang mirip-mirip dengan siluet “X” pada moncong depannya.
Selain moncong, bahasa desain yang sama juga terlihat pada lekukan body samping. Dimana terdapat sayatan pada bagian belakang dan lekukan pada bagian fender mobil.
Berbeda dengan Veloz dimana bahasa desain moncongnya lebih mirip dengan Daihatsu Rocky dan pada bagian samping lebih muscular seperti Toyota Innova,
Berbicara moncong, Stargazer memiliki grill yang lebar dengan pola brick by brick. Sementara di atasnya terbentang lampu LED Daytime Running LIght yang memanjang seakan memberikan kesan futuristik.
Sementara Stargazer memberikan kesan futuristik, Xpander sebaliknya memberikan kesan garang khas namun tetap dengan sentuhan modern yang kental dengan otot-otot yang sporty.
Sedangkan All New Veloz hadir dengan moncong seperti gabungan antara Innova dan Rocky dengan sentuhan grill berbentuk prisma seakan memberikan kesan modern.
Pindah ke bagian buritan, Stargazer memiliki lampu belakang LED persis berbentuk huruf H yang melebar. Sementara di All New Xpander juga memiliki lampu belakang LED yang cantik seakan mematahkan huruf H yang ada di Stargazer.
Sama seperti Stargazer, Veloz memiliki lampu belakang yang saling menyatu mirip Raize. JIka dilihat sekilas tanpa melihat nama “Veloz” di belakangnya, kamu mungkin akan mengira mobil low MPV ini adalah Toyota Raize.
Interior Dashboard
Beralih ke bagian kabin dashboard, baik Xpander, Stargazer, dan Veloz 2022 memiliki siluet dashboard bergaris tegas dengan double din head unit 8 inci untuk Stargazer dan Veloz 2022, dan 6 inci untuk Xpander.
Selain itu, Xpander dan Veloz 2022 sudah dilengkapi material soft touch pada bagian lapisan kedua. Sementara Stargazer masih menggunakan full-hard touch di seluruh bagian dashboard.
Untuk urusan compartment, Stargazer memiliki laci tersembunyi di antara housing airbag dan laci utama yang bisa dibuka secara soft opening. Sama seperti Stargazer, Xpander juga memiliki laci tambahan namun tidak memiliki laci penutup.
Sementara Veloz memiliki laci kecil di bagian bawah AC penumpang depan yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan kartu.
Bagaimana dengan layar MID-nya? Baik Veloz 2022 maupun Stargazer, pada bagian MID-nya sudah full digital, sedangkan Xpander masih menggunakan MID konvensional dan digital.
Lalu ada yang unik dari Stargazer dan Veloz dimana di dalamnya sudah dilengkapi dengan ambient lights berwarna biru yang memberikan kesan mewah dan futuristik.
Baca juga: 10 MPV Terbaik 2020, Cocok jadi Mobil Keluarga
Interior Penumpang
Di antara ketiga lini mobil low MPV, hanya Stargazer lah yang memiliki opsi kursi captain seat dengan lapisan premium full-leather. Di samping itu, Stargazer juga memiliki convertible desk yang bisa kamu manfaatkan untuk meletakkan laptop atau makanan.
Sementara dua pesaingnya, Xpander dan Veloz masih memiliki unified seat berbahan fabric yang bisa diatur 60:40 dengan kursi tengah yang bisa dijadikan sebagai armrest yang cukup besar.
Untuk keluasan kabin, harus diakui bahwa Stargazer memiliki kelapangan kabin yang cukup luas dibanding Xpander dan Veloz. Bahkan pada baris ketiga, ruang kaki masih memiliki jarak yang cukup lowong. Bahkan mampu menopang paha dengan baik.
Nah, kelowongan kabin penumpang yang dimiliki oleh Stargazer ini sejatinya adalah kekurangan yang dimiliki oleh mobil low MPV ini. Lantas apa itu?
Bagasi
Ya, bagasi jadi kekurangan yang dimiliki oleh Hyundai Stargazer. Ketika ketiga baris kursi dalam kondisi berdiri, Stargazer hanya memiliki kapasitas bagasi sebesar 200 liter. Sementara Veloz dan Xpander masing-masing 400 liter dan 495 liter.
Mesin
Masuk ke dapur pacu, bagaimana performa dari ketiga low MPV ini? Jika di atas kertas, Stargazer memimpin dengan performa mesin yang cukup tangguh.
Mobil asal Korea Selatan ini mampu melontarkan tenaga hingga 144 Nm pada putaran 4.500 rpm dan 115 PS pada putaran 6.000 rpm.
Sementara mobil dari tiga berlian hanya mampu pada 141 Nm/4.500 rpm dan 105 PS/6.000 rpm. Berbeda tipis dengan Xpander, Veloz juga hanya mampu mencapai angka 137 Nm/4.500 rpm dan 105 PS/6.000 rpm.
Transmisi
Xpander dan Veloz 2022 sama-sama dibekali dengan transmisi CVT atau Continous Variable Transmission yang bekerja melalui 2 cakram yang disambungkan dengan belt atau sabuk besi.
Nah, sementara Hyundai menggunakan transmisi IVT atau Intelligent Variable Transmission yang prinsip kerjanya sama dengan CVT hanya saja belt yang digunakan berupa rantai.
Selain belt yang digunakan, IVT juga dianggap mampu merespon masukan yang dilakukan oleh pengemudi dan gaya berkendara sehingga diklaim lebih baik dalam hal efisiensi bensin dibanding CVT.
Fitur Keselamatan
Dimulai dengan airbag, Xpander hanya memiliki 2 buah airbag yang tertanam di dashboard depan. Sementara Veloz dan Stargazer sudah memiliki 6 buah airbag.
Kemudian dari fitur keselamatan lainnya, Xpander hanya memiliki fitur keselamatan standar mulai dari ABS, stability control, dan hill start assist.
Sementara Stargazer dan Veloz sama-sama dilengkapi fitur keselamatan canggih yaitu Hyundai Smartsense dan Bluelink untuk Hyundai dan Toyota Safety Sense dengan T-intouchnya untuk Toyota.
Keduanya sama-sama memiliki fitur anti-maling, pelacakan GPS, bantuan keselamatan, kemudian fungsi teknis seperti Lane Keeping Assist, Lane Following Assist, Anti-collision, hingga blind spot view monitor.
Meski begitu, Stargazer punya kekurangan tersendiri dibanding Xpander dan Veloz dimana rem tangan masih menggunakan tuas tenaga konvensional dan belum elektrik.
Baca juga: Terbaru, Inilah Cara serta Biaya Balik Nama Mobil 2022!
Konsumsi Bahan Bakar
Sebelum menuju penjelasan mana yang lebih irit antara Xpander, Stargazer, dan Veloz, mana di antara ketiga mobil ini yang memiliki kapasitas tangki yang paling besar?
Jawabannya adalah Xpander dengan kapasitas tangki 45 liter, kemudian diikuti All new Veloz dengan kapasitas 43 liter, dan terakhir Stargazer 40 liter.
Untuk irit-iritan bensin, Veloz berada di posisi pertama dengan rute kombinasi mampu bertahan hingga 13 km/liter. Sementara untuk rute jalan tol dengan kecepatan 90 km/jam, Veloz mampu menghabiskan bahan bakar mendekati angka 19 km/liter.
Tidak jauh berbeda dengan Veloz, Xpander memiliki catatan konsumsi yang hampir sama. Pada rute dalam kota, Xpander mampu bertahan di angka 12 km/liter. Sedangkan pada rute tol dengan kecepatan konstan 90 km/jam mampu menghabiskan bahan bakar hingga 18 km/liter.
Lalu bagaimana dengan Stargazer? Hingga artikel ini ditulis, Stargazer belum memiliki catatan pengetesan konsumsi bahan bakar.
Namun jika dilihat dari kapasitas tangki bahan bakar yang sedikit, namun ditambah dengan transmisi IVT dan mesin 4 silinder 16 katup, setidaknya Stargazer mampu bersaing dengan Xpander dan Veloz dari segi tingkat konsumsi BBM.
Kesimpulan
Dari perbandingan di atas, ketiganya sama-sama memiliki kelebihan yang mampu mengakomodasi kebutuhan keluarga sebagai mobil low MPV. Dari sisi kekurangannya pun bukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Semua tergantung kepada selera dan kebutuhan.
Untuk harga, Veloz Q TSS dibanderol mulai dari Rp325 juta, sementara Stargazer dan Xpander bersaing di angka Rp300 hingga Rp307 juta.
Sementara untuk harga mobil bekas, Veloz Q TSS tahun 2022 dihargai sekitar Rp300 - Rp310 juta. Sementara Xpander Ultimate tahun 2019 dihargai sekitar Rp250 juta-an.
Namun bagi kamu yang ingin memiliki mobil pertama, namun bujet terbatas, sebaiknya beli mobil low MPV bekas dan kemudian kamu bisa membeli kembali. Hal ini karena banyak mobil dengan fitur terbaik dijual dalam kondisi bekas.
Salah satu cara mendapatkan mobil bekas adalah dengan mengikuti lelang mobil di IBID. Melalui IBID kamu bisa ikutan lelang secara online langsung dari aplikasi yang bisa kamu download gratis di Google Play Store dan Apple App Store atau dengan mengunjungi website resmi https://www.ibid.astra.co.id/
Ikut lelang di IBID juga terjamin aman dengan unit-unit lengkap yang sudah melalui proses inspeksi secara profesional dan transparan oleh Astra Car Valuation.
Yuk, cari mobil low MPV bekas di IBID untuk mengawali pengalamanmu memiliki mobil impian!




